Donor darah di Unismuh Makassar pada momen Hardiknas 2025

Meski demikian, Festival Donor Darah ini tetap berlangsung meriah dan edukatif.

Dokter A. Miranty Paturusi dari PMI Sulsel menyebut, semangat mahasiswa yang tinggi menjadi fondasi kuat untuk menjadikan donor darah sebagai budaya kampus yang berkelanjutan.

Pihak PMI juga akan menggelar kegiatan serupa secara berkala untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa yang belum lolos agar bisa bersiap di masa mendatang.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, menegaskan bahwa gerakan donor darah ini bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya dalam ranah pengabdian kepada masyarakat. 

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial seperti ini merupakan cermin dari pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada dampak nyata di masyarakat.

Jika separuh dari sekitar 45.000 mahasiswa penerima beasiswa di wilayah LLDIKTI IX rutin melakukan donor, maka minimal 25.000 kantong darah dapat dihimpun setiap periode.

Jumlah tersebut bisa menjadi solusi strategis bagi kebutuhan darah nasional yang selama ini masih belum terpenuhi secara optimal.

“Donor darah adalah wajah paling konkret dari kepedulian kampus terhadap bangsa. Setiap tetes darah adalah bukti cinta mahasiswa dan dosen kepada kemanusiaan,” ujarnya.

Tips Sukses Jadi Pendonor Darah

Jaga Berat Badan Ideal: Minimal 45 kg agar tubuh siap kehilangan darah tanpa risiko.

Periksa Tekanan Darah Secara Berkala: Hindari stres dan jaga konsumsi garam.

Naikkan Hemoglobin: Konsumsi makanan kaya zat besi seperti hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan.

Istirahat Cukup: Tidur 7–8 jam per malam penting agar tubuh fit saat donor.

Hindari Makanan Berlemak dan Merokok sebelum donor. (*)


Baca juga