Rumah subsidi siap huni untuk guru di kompleks Pesona Kahuripan 11, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. (foto: KOMPAS.com)

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah menyediakan 20.000 unit rumah bersubsisi siap huni di berbagai wilayah di Indonesia untuk para guru..

Penyediaan rumah siap huni ini merupakan bagian dari Program Rumah untuk Guru di Indonesia.

Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik.

Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat ini ada 20.000 unit rumah yang siap dihuni oleh para guru.

Ia menjelaskan, 250 guru di Aceh, Medan, Bogor, Bangkalan, Pontianak, Makassar, Kupang, dan Jayapura sudah menerima kunci rumah secara simbolis.

Program ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memiliki rumah.

Penyediaan 20.000 unit rumah subsidi bagi para guru juga untuk memastikan lokasi mengajar (sekolah) mereka tak jauh dari tempat tinggal, sehingga guru bisa lebih fokus mengajar siswa-siswinya.

Menurut Direktur Utama BTN, Nixon L. P Napitupulu, masih banyak guru yang belum memiliki rumah layak huni. 

Karena itu, ia berharap program ini terus berjalan. 

Sehingga para guru bisa berkonsentrasi mengajar dengan baik, karena sudah memiliki rumah yang layak huni.

Skema pembiayaan untuk Program Rumah bagi Guru sebagai berikut:

Jenis KPR

KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk guru non-PNS

KPR Tapera untuk guru PNS. Bunga ditetapkan sebesar 5 persen sepanjang tenor

Uang muka minimal 1 persen dari harga rumah


Baca juga