Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah akan mengoperasikan Sekolah Rakyat mulai tahun ajaran baru 2025/2026 yang dijadwalkan Juni-Juli 2025.

Sebagai tahap awal, Sekolah Rakyat ini untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA). 

Program Sekolah Rakyat dibuka untuk calon siswa dari keluarga miskin atau miskin ekstrem.

Nantinya, siswa yang lolos seleksi akan sekolah gratis dan disiapkan asrama.

Sekolah ini dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan beberapa pihak terkait. 

Sebagai persiapan, pemerintah akan mulai melakukan proses rekrutmen atau penerimaan guru pada awal April 2025.

Menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, pihaknya mencari dan menyeleksi guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati sosial untuk mengajar di Sekolah Rakyat. 

Mohammad Nuh yang mantan Menteri Pendidikan menjelaskan, pihaknya hanya akan menyeleksi calon guru yang sudah memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Diutamakan masih berstatus prajabatan atau belum memiliki penempatan di sekolah mana pun.

Ia menambahkan, meskipun para calon guru itu sudah lulus PPG, pihaknya tetap melakukan tes. 

“Kami ingin tahu apakah para guru itu punya empati sosial, tidak hanya kompetensi akademik yang bagus,” jelas Mohammad Nuh usai Rapat Pleno Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Maret 2025.

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan mencari guru yang transformatif agar mampu menumbuhkan kepercayaan diri para murid Sekolah Rakyat yang merupakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. 

Menurutnya, Tim Formatur bersama Satgas Sekolah Rakyat sudah memetakan persebaran sekitar 60 ribu guru PPG Prajabatan berdasarkan kedekatan lokasi domisili masing-masing dengan Sekolah Rakyat.


Baca juga