Sebelum sidang Isbat, Kemenag RI akan melakukan pemantauan hilal pada puluhan titik di seluruh Indonesia.Hasil pemantauan hilal selanjutnya dilaporkan dalam sidang Isbat untuk menentukan kapan 1 Syawal 1446 Hijriah atau lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi.
Pakai Dua MetodeDalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa penentuan Idul Fitri 2025 akan dilakukan dengan dua metode.Metode hisab (perhitungan astronomi) dan meode rukyat (pengamatan langsung hilal). Menurutnya, dua metode ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Ia menjelaskan, berdasarkan hisab, ijtimak atau konjungsi akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 17.57 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal berkisar antara -3 derajat di Papua hingga -1 derajat di Aceh. “Data-data astronomi ini kemudian kita verifikasi melalui mekanisme rukyat,” jelasnya, seperti dilansir di laman resmi Kemenag, Selasa (18/3/2025) lalu. Sebagai bagian dari penentuan resmi, Kemenag RI akan melakukan rukyat di 33 titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dijelaskan, hasil pengamatan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang akan menetapkan awal Syawal 1446 Hijriah. (*)