Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul

Penerimaan calon guru sekolah rakyat direncanakan April 2025.

Untuk bisa mendaftar dalam penerimaan calon guru sekolah rakyat, calon pelamar wajib lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, salah satu syarat dalam proses seleksi guru untuk sekolah rakyat yakni pelamar memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, pihaknya akan menyeleksi para guru yang sudah memiliki sertifikasi PPG Prajabatan atau belum memiliki penempatan di mana pun. 

“Jadi mereka belum berstatus ASN sehingga nanti akan di-ASN-kan,” jelas Nunuk usai kegiatan Taklimat Media Rapor Pendidikan 2025 di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, seperti diberitakan Antara.

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 50 ribu guru lulusan PPG yang belum memiliki penempatan dan siap mengikuti seleksi guru sekolah rakyat. 

Dalam keterangan terpisah, 14 Maret 2025, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para guru yang lulus proses seleksi nantinya akan mendapatkan pendidikan khusus sebelum mengajar di sekolah rakyat. 

Mengenai penempatannya, para guru yang lolos seleksi diupayakan akan ditugaskan di unit sekolah rakyat yang tidak jauh dari tempat tinggal masing-masing.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah terus mematangkan program sekolah rakyat ini.

“Semua tim telah melakukan rapat koordinasi. Ada tim untuk kurikulum, merekrut guru, ada juga tim untuk sarana-prasarana,” kata menteri.

Tim perekrutan guru dipimpin mantan Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014 Prof Mohammad Nuh. 

"Kita juga sudah ada tim dari Kemendikdasmen dan Kemdiktisaintek. Beberapa ahli yang memang diminta mendampingi kami,” katanya. (*)



Baca juga