Kepala daerah terpilih di Pilkada 2024 mengikuti gladi kotor pelantikan di Monas, Jakarta, Selasa (18/2/2025), sebelum pelantikan di Istana Kepresidenan pada Kamis, 20 Februari 2025. (Foto: iNews)
LITERASI-ONLINE.COM - Pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 akan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025) pukul 10.00 WIB. Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan melantik ratusan kepala daerah yang akan memimpin untuk periode 2025-2030.Mereka yang akan dilantik adalah 481 pasangan kepala dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024.Terdiri dari gubernur/wakil gubernur, walikota/wakil walikota, dan bupati/wakil bupati.Sebelumnya, Pilkada Serentak 2024 melibatkan 545 daerah. Sebanyak 503 pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah terpilih akan menjalani pembekalan atau retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada 21-28 Februari 2025.Namun dari total jumlah 503, hanya 481 pasangan kepala dan wakil kepala daerah yang akan dilantik pada 20 Februari 2025.Sisanya sebanyak 22 kepala daerah merupakan kepala daerah terpilih dari Aceh yang sudah dilantik lebih dulu di Aceh.“Sisanya 22 kepala daerah di Aceh yang sudah dilantik. Jadi, tidak dilantik (20 Februari), karena sudah dilantik di Aceh,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Senin (18/2/2025), dikutip dari kantor berita Antara.Ucapan Sumpah PelantikanTata cara dan rangkaian pelantikan kepala daerah 2025 sudah disusun melalui Peraturan Presiden (Perpres) 13/2025, tentang perubahan kedua Perpres 16/2016.Dalam Pasal 6A disebutkan, pelantikan bisa dilaksanakan oleh Presiden RI, selaku pemimpin tertinggi eksekutif. Disebutkan pula, pelantikan akan dihadiri oleh ketua atau salah satu wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).Adapun sumpah yang akan diucapkan dalam pelantikan diatur dalam Pasal 7. Pasal itu menjelaskan, pelantikan akan dilakukan berdasarkan agama/kepercayaan masing-masing kepala daerah. Berikut ucapan sumpah pelantikan kepala daerah 2025:Berdasarkan agama masing-masing:a. Bagi penganut agama Islam "Demi Allah, saya bersumpah";b. Bagi penganut agama Kristen Protestan/Katolik "Saya berjanji" dan diakhiri "Semoga Tuhan menolong saya";c. Bagi penganut agama Hindu "Om Atah Paramawisesa, saya bersumpahd. Bagi penganut agama Buddha "Demi Sang Hyang Adi Buddha, saya berjanji";e. Bagi penganut agama Konghucu "Kehadirat Tian di tempat yang Maha Tinggi dengan bimbingan rohani Nabi Kong Zi, dipermuliakanlah, saya bersumpah".
Baca juga