Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Spanyol memberi reaksi keras mengenai gagasan Presiden AS, Donald Trump, untuk merelokasi penduduk Gaza, Palestina, ke beberapa negara Arab.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Senin (27/1/2025) menolak gagasan Donald Trump untuk "membersihkan" Gaza dan merelokasi penduduknya.

Jose Albares menegaskan, Gaza adalah bagian tidak terpisahkan dari negara Palestina.  

"Posisi Spanyol sangat jelas, warga Gaza harus tetap di Gaza. Gaza adalah bagian dari negara Palestina masa depan, yang harus dikelola oleh satu pemerintahan," kata Albares saat berbicara di Brussel, Belgia, pekan ini.

"Secepatnya, Gaza dan Tepi Barat harus berada di bawah kendali satu otoritas nasional Palestina," tambahnya.

Spanyol merupakan salah satu negara Eropa yang selama ini terang-terangan menyatakan dukungannya untuk kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya, Sabtu (25/1/2025), Trump mengatakan kepada media bahwa dirinya sudah berbicara dengan Raja Yordania mengenai kemungkinan menampung 1,5 juta warga dari Gaza.

Trump beralasan, bangunan-bangunan di Gaza hancur karena serangan Israel yang berperang dengan pejuang Hamas sejak 2023 lalu.

Menurut Trump, warga Gaza mungkin akan hidup lebih tenang jika berada di negara lain.  

Gagasan Trump juga mendapat reaksi keras dari pejuang Palestina, Hamas. 

Jose Albares menegaskan, Uni Eropa harus lebih fokus untuk segera membantu "bencana kemanusiaan" di Gaza. 


Baca juga