Hamas membebaskan sandera untuk dikembalikan ke keluarganya di Israel. Pembebasan berlangsung di lapangan terbuka di Gaza, Palestina, menandai berlakunya gencatan senjata, Minggu (19/1/2025) waktu setempat. (Foto: AFP).
LITERASI-ONLINE.COM - Gencatan senjata antara kelompok pejuang Hamas dan Israel resmi dimulai Minggu (19/1/2025).Pada hari pertama gencatan senjata, Hamas membebaskan 3 warga Israel yang selama ini menjadi sandera kelompok pejuang Palestina itu.Sedangkan Layanan Penjara Israel mengatakan sudah membebaskan 90 tahanan Palestina pada Senin (20/1/2025) pagi."Pertukaran" sandera dan tahanan ini merupakan salah satu bagian pada fase pertama gencatan senjata itu.Gencatan senjata antara Hamas dan Israel dengan mediator pemerintah Qatar, Mesir dan AS terdiri atas tiga fase.Termasuk pengembalian jenazah dari kedua belah pihak yang tewas dalam konflik bersenjatan selama setahun lebih. "Semua tahanan (Palestina) dibebaskan dari penjara Ofer dan pusat penahanan Yerusalem," kata layanan itu.Setelah gencatan senjata mulai berlaku, ribuan warga Palestina yang selama ini mengungsi, kembali ke pemukiman mereka yang hancur berantakan karena serangan udara yang brutal dari militer Israel.Di wilayah utara Jabalia misalnya, ratusan orang kembali ke pemukiman mereka yang dipenuhi puing-puing bangunan yang hancur.Gencatan senjata tahap pertama ini akan berlangsung 42.Selama fase pertama, penyaluran bantuan kemanusian dari dunia internasional diharapkan bisa lancar.Sebab selama ini, bantuan kemanusiaan yang diiniasi PBB juga sulit masuk ke Gaza, Palestina, karena blokade Israel.
Baca juga