Baznas Kota Maassar memberikan bantuan untuk korban banjir di Kelurahan Antang.

“Kita ketahui bersama bahwa, membantu pengungsi banjir adalah salah satu cara  untuk melakukan kebaikan dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama manusia. Dengan  memberikan bantuan, kita juga turut berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih beradab,” jelasnya lagi.

Sekalipun demikian, ATM  mengakui, bantuan BAZNAS Makassar ini belumlah memuaskan semua orang yang terkena musibah banjir. 

Karena  pihaknya juga memiliki keterbatasan, sehingga belumlah bisa mencakup seluruh korban di ibukota Sulawesi Selatan ini.

“Musibah banjir yang melanda Kota Makassar saat ini adalah musibah kita semua. Saatnya, kita bahu-membahu bersama Pemerintah Kota Makassar  dan seluruh kelompok masyarakat, untuk membantu meringakan beban warga yang terdampak,” urainya, seraya menambahkan, bersatu kita bisa. Peduli’ki Salama’ki. Berzakatki, salama ki.

Menurutnya, dalam konteks pengungsi banjir, tindakan berbagi dapat berupa bantuan materi seperti makanan, pakaian, obat-obatan, serta dukungan moral dan spiritual. 

Kedermawanan (sadaqah) dan zakat adalah dua konsep penting dalam Islam yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengungsi. 

Dengan memberikan zakat dan sadaqah, umat muslim tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga  berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Islam juga menekankan pentingnya tanggung jawab sosial. 

Setiap individu memiliki kewajiban untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. 

“Makanya, dalam konteks bencana seperti banjir, ini  berarti bahwa setiap Muslim seharusnya berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada para  pengungsi. Hal ini sejalan dengan prinsip ukhuwah (persaudaraan) yang mengajak umat untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya,” tuturnya.

Menyinggung asal dana dari bantuan yang diserahkan kepada pengungsi, kandidat doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu membenarnya seluruh dana yang diperuntukan untuk bantuan kepada korban banjir semuanya berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Baik dari aparat sipil negara (ASN) Muslim Pemerintah Kota Makassar. 

Termasuk para guru muslim, jajaran Perusda, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di masjid-masjid, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, orang per orang, dan lainnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, ATM juga meminta tim BAZNAS Makassar bersiap diri untuk melakukan bantuan serupa, Senin, 23 Desember 2024 di blok 10 Antang, dan tempat lainnya. 

“Bagi tim BAZNAS Makassar agar tetap siaga,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini. (din pattisuhusiwa, tim media baznas kota makassar)


Baca juga