Seorang penonton masuk lapangan dengan tulisan "Red Card for Israel" sebagai bentuk protes genosida Israel di Gaza pada laga timnas putri Skotlandia vs Israel di Hampden Park, Kota Glasgow, 31 Mei 2024. (Photo by Craig Foy/SNS Group via Getty Images)
LITERASI-ONLINE.COM - Media Israel mengkhawatirkan munculnya fenoma baru yakni makin dikucilkannya warga Israel di negara-negara Eropa.Fenoma warga Israel "tidak diterima" di Eropa makin marak belakangan ini seiring genosida militer Israel di Gaza, Palestina. Channel 12 News melaporkan, semakin banyak warga Israel di Eropa yang memesan hotel, namun ditolak secara halus. Menurut media ini, situasi penolakan itu mengindikasikan bahwa warga Israel tidak diterima karena orang-orang di seluruh Eropa mulai meminta pertanggungjawaban Israel atas genosida yang terus berlangsung di Jalur Gaza.Media ini memberi contoh kasus di Italia, di mana sebuah hotel menolak pemesanan yang dilakukan oleh beberapa orang Israel. Warga Israel yang memesan secara online menerima pesan "penolakan" sebagai berikut:"Selamat pagi, kami informasikan bahwa warga Israel, yang bertanggung jawab atas genosida, tidak diterima sebagai tamu di hotel kami. Jika Anda ingin membatalkan pemesanan Anda, kami dengan senang hati akan melakukannya dan menawarkan pembatalan gratis."Contoh lain, pada pertandingan bola basket EuroLeague di Kota Athena, Yunani, pekan lalu, para penggemar klub basket Panathinaikos mengibarkan bendera Palestina dalam pertandingan melawan tim basket Israel, Maccabi Tel Aviv.Penonton juga membentangkan spanduk besar bertuliskan "Hentikan Genosida, Bebaskan Palestina" di tribun penonton.Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah bentrokan terjadi di ibu kota Belanda, Amsterdam.Sejumlah warga Amsterdam dan fans klub sepakbola Ajax Amsterdam menyerang suporter sepakbola asal Israel.
Baca juga