Pemakaman tentara Israel

LITERASI-ONLINE.COM - Rasa frustasi dan putus asa mulai menghinggapi tentara Israel.

Sebab, meski sudah setahun lebih mereka terlibat pertempuran dengan pejuang Hizbullah, tidak ada tanda-tanda Israel akan memenangkan perang.

Hingga saat ini, Hamas mampu memberi perlawanan sengit di Gaza yang menewaskan banyak tentara Israel.

Bahkan Hamas beberapa kali melancarkan serangan udara, baik roket maupun drone, ke kota-kota yang diduduki Israel.

Begitu juga upaya Israel melakukan invasi ke Lebanon, sejauh ini tidak membuahkan hasil.

Media-media Israel bahkan mengkritik Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengirim 50 ribu tentara ke Lebanon, tapi tidak mampu merebut satu desa pun di sana.

Situasi ini membuat tentara mendesak PM Netanyahu menyetujui proposal gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.

Media Israel, The Jerusalem Post, memberitakan, Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi, dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, sudah memberikan keras kepada PM Benjamin Netanyahu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Menurut The Jerusalem Post, tentara Israel ingin segera dilakukan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.

Para tentara meyakini, tidak banyak yang bisa dicapai secara militer dan frustrasi karena banyaknya jatuh korban jiwa setiap hari.

Militer Israel mengakui, tewasnya beberapa pemimpin Hamas dan Hizbullah tidak menyurutkan perlawanan dua kelompok itu. 


Baca juga