Ruangan Poliklinik berada di lantai tiga bangunan ini.Masih di lantai 1, terdapat 16 jenis poli tersedia, yaitu poli dokter umum, gigi, spesialis anak, spesialis obgin, spesialis bedah umum, spesialis ortophedi, spesialis gizi, spesialis jiwa, spesialis nyeri, spesialis saraf, spesialis THT, spesialis mata, spesialis kulit, spesialis jantung, spesialis interna, dan spesialis paru. Di lantai yang sama, ada Ruang HCU, Isolasi ICU dan VIP ICU.Ruang perawatan kelas 1, 2, dan 3 berada di lantai empat. Selain itu, juga ada Ruang Obgin terdiri dari Ruang NICU, HCU, Tindakan, Delivery dan VIP Delivery.
Satu tingkat diatasnya, kembali ruang perawatan kelas 1, 2 dan 3 tersedia. Bedanya, menemani ruang perawatan, ada ruang OK terdiri dari Bedah Umum, Minor dan Mayor.Di lantai 6 juga masih terdiri dari ruang perawatan kelas VIP, serta kelas 1, 2 dan 3. Lantai terakhir, diisi Ruangan perawatan VVIP dan VIP.“Biasanya di rumah sakit itu, setiap kelas perawatan ditempatkan di lantai yang sama, kalau di sini, setiap lantai semua kelas ada. Agar para tenaga medis, terbiasa memberikan pelayanan yang sama kepada semua, tidak membeda bedakan,” pungkas Syarifuddin Wahid.Usai sambutan Direktur Rumah Sakit Unismuh, dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Rumah Sakit Unismuh dengan BPJS Kesehatan dan Asuransi Jasa Raharja.Kerja sama ditandatangani Direktur Rumah Sakit Syarifuddin Wahid dengan Kepala Cabang BPJS Makassar Muhammad Aras, dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan, M Iqbal Hasanuddin.
Bertabur PantunDalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Dr M Ishaq Iskandar juga didaulat menyampaikan sambutan.Ia mengawali sambutannya dengan pantun. “Jalan-jalan ke Sungguminasa/ Jangan lupa singgah di Samata/ Hari ini hari Istimewa/ Hari peresmian Rumah Sakit PKU Muhammadiyah kita,” ujarnya dijawab cakep dan tepuk tangan peserta.Ia juga memberi apresiasi terhadap keindahan warna cat rumah sakit, dengan pantun.“Burung Irian Burung Cendrawasih/ Ekornya lebat berwarna-warni/ Sama dengan rumah sakit kita berwarna warni,” katanya.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu berharap, semoga keindahan warna rumah sakit berbanding lurus dengan pelayanan rumah sakit.Acara tersebut diawali dengan pengajian Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Gagaring Pagalung. Dalam pengajiannya, ia menyebut, bahwa Ketua Bagian Penolong Kesengsaraan Umum Haji Syuja, sejak tahun 1920 telah bermimpi mendirikan rumah sakit.“Alhamdulillah klinik pertama Muhammadiyah berdiri pada tahun 1923 di Notoprajan, Yogyakarta. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unismuh yang diresmikan hari ini, adalah bagian dari kelanjutan cita-cita tersebut,” pungkas Gagaring.Rektor Unismuh Prof Ambo Asse dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga membawakan sambutan dalam Grand Opening tersebut.Acara itu dihadiri ratusan orang, yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gowa, dan Puskesmas se Kabupaten Gowa. Dari kalangan Persyarikatan hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulsel dan Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Sulsel. (*)