LITERASI-ONLINE.COM - Kabar baik bagi lulusan SMA sederajat yang ingin menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan 2026.Pemerintah menyiapkan 4.770 kuota atau kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan 2026. Jumlah kuota itu meningkat dibandingkan penerimaan CPNS melalui sekolah kedinasan tahun 2025 lalu sebanyak 3.257 orang.Pengumuman pembukaan pendaftaran seleksi peserta didik baru (mahasiswa/taruna-taruni baru) direncanakan pada Agustus 2026. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, berpesan kepada putra putri Indonesia yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan, agar menyiapkan diri sebaik mungkin.“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Rini, di Jakarta, Rabu (12/8/2026), seperti dilansir website resmi Kementerian PAN-RB.Setelah pembukaan resmi diumumkan, maka pendaftaran sekolah kedinasan akan dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendaftaran bisa diakses pada laman
sscasn.bkn.go.id.Tahun 2026 ini tercatat sembilan instansi pusat (kementerian dan lembaga negara) membuka formasi sekolah kedinasan yang berada dibawah naungannya. Instansi itu adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan (22 sekolah kedinasan); Kementerian Keuangan; Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN); Badan Pusat Statistik (BPS).Kementerian Hukum; Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; serta Badan Intelijen Negara (BIN).Total formasi nasional untuk sekolah kedinasan tahun ini sebanyak 4.770 kuota. Meningkat dari kuota sekolah kedinasan tahun 2025 yang berjumlah 3.257 formasi.
Seleksi Gunakan CATSeleksi sekolah kedinasan 2026 tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT). CAT terbukti menghilangkan praktik curang dalam seleksi CASN seperti ‘titipan orang dalam’, joki, dan lain sebagainya.Menteri Rini mengingatkan agar peserta mengikuti seleksi dengan baik. Sebab, hasil akhir ditentukan dari kemampuan masing-masing individu pendaftar. "Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Menteri Rini.Kepada para orang tua, Menteri Rini berpesan agar mendukung putra putrinya yang ingin mendaftarkan diri di sekolah kedinasan. Motivasi dari dalam rumah tentu akan membantu mereka berkompetensi secara sehat.