Pada hari yang sama, ribuan warga Israel berkumpul di Kota Tel Aviv untuk melakukan unjuk rasa mengkritik jajaran pemerintah yang dipimpin PM Israel Benjamin Netanyahu. Seperti demo-demo sebelumnya, mereka mendesak Netanyahu mengembalikan warga Israel yang disandera Hamas. "Setiap tentara yang tewas seperti anggota keluarga yang meninggal. Kami mengalaminya sebagai sebuah kehilangan kolektif," kata salah seorang pengunjuk rasa, Graciela Barchilon.Graciela mengaku, memahami kemarahan warga pada Netanyahu dan kabinetnya. Ia menilai, pemerintah yang ada saat ini tidak bekerja. Karena itu, Pemilu harus dipercepat untuk memilih pemimpin baru. Militer Israel menyebut, total 306 tentaranya tewas sejak perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.Tapi, jumlah tentara Israel yang tewas diprediksi lebih banyak dari itu, namun sengaja "disembunyikan" datanya untuk menghindari amarah warga Israel. (*)