Gedung yang jadi arena konser di luar Kota Moskow, Rusia, terbakar setelah terjadi penembakan massal.
Podolyak menambahkan, pemerintahnya sudah mendengar adanya peringatan publik dari Kedutaan Asing di Moskow mengenai kemungkinan adanya insiden seperti itu jauh sebelum penembakan di Balai Kota Crocus terjadi.
Sedangkan Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) justru menuding, penembakan itu sebagai provokasi yang direncanakan dan disengaja oleh badan khusus Rusia atas perintah Presiden Rusia, Vladimir Putin. "Tujuannya sangat jelas untuk membenarkan serangan yang lebih keras dari Rusia terhadap Ukraina dan mobilisasi total di Rusia,” kata HUR melalui platform media sosial Telegram. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah tuduhan pejabat Rusia yang menyebut Ukraina terlibat dalam penembakan dan ledakan di gedung konser di Krasnogorsk. "Kami menganggap tuduhan semacam itu merupakan provokasi yang direncanakan Rusia untuk semakin memicu histeria anti-Ukraina di masyarakat Rusia," katanya."Menciptakan kondisi meningkatkan mobilisasi warga Rusia untuk berpartisipasi dalam agresi kriminal terhadap negara kami dan mendiskreditkan Ukraina di mata komunitas internasional,” tambah pernyataan HUR. Pihaknya meminta masyarakat internasional untuk tidak percaya tuduhan Rusia atas dugaan keterlibatan Ukraina dalam penembakan massal di Moskow itu. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menegaskan, pejabat Ukraina harus menjadi sasaran jika negara itu diketahui terlibat dalam serangan mematikan tersebut. (*).
Baca juga