Tentara Israel di Jalur Gaza, Palestina

Akibatnya, yang tewas di pihak Palestina lebih banyak wanita dan anak-anak yang semuanya warga sipil. Bukan anggota pejuang Hamas. 

Data menunjukkan, lebih dari 31.600 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza.

Selain itu, 73.700 orang lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Israel menolak menghentikan perang di Gaza sampai kembalinya lebih dari 130 sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Oktober 2023 lalu. 

“Jika kita (Israel) gagal mengembalikan beberapa korban penculikan hidup-hidup, perang ini akan memasuki kesadaran publik sebagai kegagalan terburuk dalam perang Israel sejak berdirinya negara ini," kata Brick.

Menurutnya, keberhasilan pejuang Hamas memasuki wilayah Israel dan menyendera ratusan orang pada 7 Oktober 2023 lalu,  merupakan pukulan telak.   

"Ditambah lagi kegagalan yang menyakitkan dalam pertempuran lawan Hamas di Jalur Gaza,” tandasnya. (*)



Baca juga