Presiden Amerika Serikat Joe Biden

LITERASI-ONLINE.COM, AMERIKA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden marah besar dan mengamuk gegara disebut pikun, setelah dituduh melakukan pelanggaran dalam menangani kasus dokumen rahasia.

Sebutan pikun dilontarkan oleh Penasihat Khusus Kejaksaan Agung AS, Robert K. Hur.

Dalam laporannya terkait kasus dokumen rahasia itu, Robert K. Hur menyebut Joe Biden memiliki keterbatasan daya ingat yang signifikan atau pikun.

Robert Hur menambahkan, akan sulit untuk menghukum Joe Biden atas tuduhan penanganan berkas rahasia di persidangan.

Seperti diberitakan BBC, Jumat (9/2/2024), Robert Hur dalam laporannya menyebutkan, Joe Biden kemunginan akan menampilkan dirinya di hadapan juri sebagai pria lanjut usia yang simpatik dan bermaksud baik. 

Pernyataan Robert Hur yang menyebut dirinya pikun membuat Joe Biden marah besar. 

“Ingatan saya baik-baik saja,” tegas Joe Biden. 

Joe Biden juga mengkonfrontir klaim bahwa dirinya  kesulitan mengingat kapan putranya tewas.

“Beraninya ia (Robert Hur) mengungkit masalah itu,” katanya.

Joe Biden menegaskan, meski usianya kini sudah 81 tahun, tapi dirinya masih pantas menjadi presiden.

Joe Biden dituduh melakukan penanganan dokumen rahasia yang keliru ketika dirinya menjadi wakil presiden di era Presiden Barack Obama.


Baca juga