"Rasa kekeluargaan yang dihadirkan selama menjalani masa kuliah program doktor menjadikan almarhum adalah panutan bagi mahasiswa S3 Sosiologi angkatan 2012," tegas Rektor UNASMAN Polman ini.Rektor Universitas Patompo Makassar, Prof Dr H. Muh Yunus M.Pd mengatakan, almarhum Prof AA adalah sosok guru, penasehat dan senantiasa memberi inspirasi, memotivasi agar berhasil dan maju."Sosok almarhum sudah seperti keluarga sendiri," kata doktor sosiologi PPs-UNM ini.Ketua Prodi S3 Ilmu Sosiologi PPs-Unhas, Dr Rahmat Muhammad, M.Si, menilai Prof AA adalah seorang guru dan sahabat yang banyak berdiskusi dan membagi pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya.Hal sama juga dikemukakan dosen Fisip Unismuh Makassar, Dr Muhammad Yahya Mustafa, M.Si.Menurutnya, sosok Prof AA adalah guru yang senantiasa membagi ilmu dan pengetahuan lewat kuliah di ruang kelas serta kearifan lokal yang dimiliki dalam proses interaksi di kampus dan di luar kampus.'Wafatnya beliau merupakan berita duka yang sangat mendalam dan kehilangan bagi kami," kata alumni S3 Sosiologi PPs- UNM ini.Almarhum Prof AA lahir di Bone, 27 Desember 1963. Buah hati pasangan Andi Bago Petta Nabba (ayah) dan Andi Cinta Petta Tati (ibu).Semasa hidupnya, pernah menjabat Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM. Tamat SMA Negeri Mare 1982 dan Sarjana Pendidikan Administrasi IKIP Ujung Pandang 1987.Ia meraih gelar Magister sosiologi antropologi Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung dan Doktor Sosiologi Antropologi, PPs-Unpad 2006. Almarhummerupakan mantan Ketua Prodi S2 IPS, PPs-UNM.Meniti karier jadi dosen IKIP tahun 1988. (*)