Pesepakbola asal Israel Sagiv Jehezkel ditangkap pihak berwenang Turkiye.
Turkiye merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk serangan-serangan brutal Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 lalu. Sebab, serangan itu menewaskan puluhan ribu warga sipil, terutama anak-anak dan wanita. Pada hari Senin (15/1/2024), Pengadilan Turkiye melepaskan Sagiv Jehezke sambil menunggu persidangannya. Otoritas hukum Turkiye akan mendakwa sang pemain dengan tindakan kriminal yakni hasutan kebencian. Pihak Israel bereaksi keras atas penangkapan dan penahanan Sagiv Jehezkel, yang membuat pemerintah kedua negara bersitegang.Sedangka Sagiv Jehezkel mengatakan, selebrasi yang dilakukannya untuk menarik perhatian dunia terhadap orang-orang yang disandera oleh Hamas dan sama sekali tidak bermaksud mendukung perang. "Saya bukan orang yang pro perang,” kata pemain itu. "Saya adalah seseorang yang percaya bahwa periode 100 hari ini harus berakhir sekarang. Saya ingin perang berakhir. Itu sebabnya saya menunjukkan tandanya,” katanya kepada polisi saat membela diri. (*)
Baca juga