Warga Israel panik setelah serangan roket yang diluncurkan dari Gaza jatuh di wilayah Ashkelon, Israel pada Sabtu, 7 Oktober 2023. (REUTERS/AMIR COHEN)

Dalam keterangan terpisah, Komandan Militer Hamas Mohammed Deif menegaskan, serangan ke Israel merupakan respon atas blokade yang terjadi di Gaza selama 16 tahun. 

Serangan Balasan Israel 

Setelah sarangan gencar Hamas, pihak Israel melancarkan serangan balasan ke Jalur Gaza. 

Akibatnya, beberapa bangunan tempat tinggal runtuh. Termasuk sebuah menara 14 lantai. 

Ketika Gaza diserang balik Israel, kelompok Hamas juga meluncurkan roket ke empat kota di Israel bagian tengah. 

Serangan roket Hamas dikabarkan mencapai Ibu Kota Israel, Tel Aviv, dan daerah pinggiran di sekitarnya. 

Akibat serangan Israel ke Gaza, bukan hanya meruntuhkan banyak bangunan, tapi juga menimbulkan korban jiwa. 

Kementerian Kesehatan Palestina melansir, sedikitnya 232 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Gaza pada Sabtu (7/10/2023). 

Sky News memberitakan, sedikitnya 1.700 orang terluka karena serangan ke Jalur Gaza itu.

Pihak Israel menyebut, serangan ke Jalur Gaza ini sebagai "Operasi Pedang Besi" sebagai tanggapan atas serangan Hamas. 

Militer Israel menyerang sasaran di Gaza dari udara dengan jet-jet tempur. (*)



TAG: # Gaza # Hamas # Israel # Jalur Gaza # kelompok militan Hamas # Palestina

Baca juga