LITERASI-ONLINE.COM - Tajamnya ujung pena penulis, menuliskan catatan-catatan ini terasa menggugah kesadaran akan berseraknya permasalahan dalam dunia kita.
Akan tetapi dalamnya kontemplasi penulis juga terasa amat lembut menggelar solusi atas kritik yang dihadirkan dalam buku, “1001 Catatan dan Renungan Amir Uskara Dari Senayan”.Ada tiga kamar pembagian bahasan dengan basic akademic yang membedah bagian terdalam permasalahan. Bahkan masalah yang dianggap sepele dan tak terpikirkan oleh orang kebanyakan, berhasil ditemukan oleh Dr. H.M. Amir Uskara dalam ulasannya tentang bagaimana capital dan ekonomi cukup bertenaga mengubah wajah dunia.Pada bagian awal, buku ini membahas, Gerak Perubahan Budaya Dunia. Penulis bertutur dengan bahasa yang amat santun terhadap ketidakpastian global saat ini sangat mengkhawatirkan banyak negara, termasuk Indonesia. Inflasi melonjak akibat kenaikan harga energi hingga suku bunga acuan di berbagai negara, ancaman resesi dan perlambatan ekonomi global akibat ketegangan geopolitik yang berimbas pada disrupsi rantai pasok global, tantangan perubahan iklim (climate change) yang kesemuanya berimbas pada keuangan negara dan kesejahteraan rakyat.Tulisan yang garing dibaca tersaji dalam 18 judul menukik, menggelitik, diantaranya: Pencermatan Fukuyama, Putin, Macron atas Pergeseran Ekonomi Dunia; Dedolarisasi untuk Keseimbangan Ekonomi, Politik Global; Qatar dan Messi, Dua Ikonik Dalam Ekonomi Tanpa Sekat.Paradoks Messi dan Belitan Ekonomi Argentina; Kebangkrutan SVB dan Imbasnya Pada Perbankan Nasional; The Bright Spot In The Dark Word Economy; Daya Ungkit Ramadhan 2023, Bangkitkan UMKM; Idul Fitri Dalam Perspektif Ekonomi Berkeadilan Sosial; Idul Qurban, Pesan Kemanusiaan Sepanjang Sejarah; Merajut Ulang Ekonomi Pangan.Jiwasraya dan Asabri Menyengat Bersama Wabah; Menggelorakan Gerakan Nasional Wakaf; Cegah Bunuh Diri Bumi Lewat Ekonomi Ramah Alam; Ekonomi Pancasila Merawat Sumber Daya Alam.Ekonomi Konservasi Menghela Banjir Bandang; Mengarungi Masa Depan di Lautan; Rengkuh Kepercayaan dengan Transparansi Pajak; dan Silang Sengkarut Pajak Sembako dan Mobil Mewah.Pembahasan di kamar dua terfokus pada Serangan wabah Corona atau Covid-19 yang menyekat dunia sejak tahun 2019 hingga 2021. Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan China akhir tahun 2019, kemudian pada tanggal 11 Maret 2020 World Health Organization (WHO) menetapkan kedaruratan itu sebagai pandemi global.
Baca: Penerimaan CPNS Kemendikbud 2023: Buka 16.102 Formasi Dosen, Terima Lulusan S2-S3, Ini Info LengkapnyaKemudian virus ini bermutasi sulit terkontrol hingga terkonfirmasi menjalar hingga di Indonesia.
Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan besar di berbagai aspek. Termasuk aspek sosial budaya, kebijakan pemerintahan dan lainnya. Memaksa pemberlakuan social distancing-awalnya PSPB berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang memunculkan kebiasaan baru masyarakat (new habit).