LITERASI-ONLINE.COM, MAROS - Tim Pengabdi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan Ketua Tim, Prof. Dr. Ir. Aminah, SP., MP, anggota tim, Prof. Ir. H. La,bang Basri, MT, PhD, IPM Dr. Ir. Hj. St. Rahbiah Busaeri, MS, kerjasama dengan Direktorat Riset Teknologi Pengabdian pada Masyaraka (DRTPM) DIKTI Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Tahun Anggaran 2023 melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Maros, Senin 4 September 2023.
Jenis kegiatan PKM yang dilakukan dengan edukasi kepada masyarakat di wilayah Kabuptaen Maros berupa pengetahuan bagimana mengelola air hujan dengan menampung air hujan yang berlebih saat musim hujan (panen hujan) berupa pembuatan penampungan air hujan sederhana yakni tandon, tong, kolam atau rain garden.Serta bagaimana membuat beberapa model irigasi yang sederhana yang bisa diterapkan saat musim kemarau sehingga efesiensi penggunaan air bisa tercapai.Mengingat jumlah air saat musim kemarau sangat terbatas, yaitu dengan mengenalkan metode irigasi sederhana yaitu model iriasi genangan dan model saluran.Tantangan penyediaan pangan semakin hari semakin berat, degradasi lahan dan lingkungan, baik oleh ulah manusia maupun gangguan alam, semakin meningkat terbatasnya ketersediaan air pada lahan kering yang merupakan faktor yang sangat penting dalam peningkatan produksi tanaman.Karena itu tindakan konservasi air sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan penyediaan air.Terutama bagi lahan kering, sehingga keberlanjutan pangan akan terus bisa berdaulat.Upaya konservasi air memerlukan komitmen dari semua pihak terhadap isu keberlanjutan air. Apabila memanen air hujan dipraktekkan secara berkesinambungan akan dapat membantu memelihara keberlanjutan air dan keberlanjutan lingkungan sebagai pendukung perikehidupan generasi sekarang dan yang akan datang.Metode pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan Ipteks tersebut adalah dengan metode penyuluhan dan bimbingan teknologi. Hasil kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui tentang cara membuat alat untuk memanen air hujan dan membuat irigasi sederhana (genangan dan saluran), dan masyarakat sadar dan memahami akan pentingnya memanen/menampung air hujan di saat musim hujan.Nantinya air tampungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan anjuran pemerintah diharapkan setiap warga dapat membuat sendiri alat panen hujan baik dalam bentuk penggunaan tong, tandon, ataupun berupa bak air yang dicor di dalam tanah. (*)