Pemerintah China menerbitkan peta baru 2023 yang menuai protes beberapa negara yang merasa wilayahnya dicaplok.

LITERASI-ONLINE.COM - Malaysia dan India melancarkan kecaman keras kepada pemerintah China.

Penyebabnya, dalam peta baru yang dibuat China, pemerintah Beijing memasukkan wilayah India dan Malaysia dalam peta tersebut. 

Pemerintah China merilis peta baru itu di Kota Beijing pada Senin (28/8/2023).

Dalam peta baru itu, China mengklaim Negara Bagian Arunachal Pradesh dan dataran tinggi Aksai Chin yang berada di India diklaim China sebagai wilayah kedaulatannya.

China juga mengklaim sebagian wilayah di Sembilan Garis Putus-putus di Laut China Selatan (LCS) sebagai wilayahnya.

Padahal, selama ini, wilayah itu diakui oleh Malaysia sebagai miliknya.

India Langsung Protes

Hanya sehari setelah China merilis peta baru itu, pemerintah India langsung mengajukan protes keras pada Kamis (31/8/2023).

Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, menegaskan bahwa peta yang dilansir pemerintah China itu merupakan peta absurd.

Subrahmanyam Jaishankar menambahkan,  China bahkan sudah mengklaim wilayah India itu sejak 1950.

Pemerintah China mengklaim, wilayah Arunachal Pradesh yang dimasukkan dalam peta baru itu sebagai Zangnan atau Tibet Selatan.


Baca juga