Nathalini Sigilipu

LITERASI-ONLINE.COM, TENTENA - Pendidikan menjadi kunci bagi kemajuan suatu bangsa.

Nathalini Sigilipu kerap disapa Lini, seorang tenaga pengajar berdedikasi asal Poso, memahami betul arti dari perjuangan demi pendidikan. 

Sebuah momen bersejarah bagi Lini, ketika ia berhasil meraih beasiswa Chevening S2 Jurusan Master Of Educational Leadership, University of Manchester, Manchester UK, salah satu beasiswa bergengsi yang diberikan oleh pemerintah Inggris, setelah melewati perjalanan panjang dan penuh tekad.

Latar belakang pendidikan Lini menggambarkan dedikasi yang kuat terhadap ilmu pengetahuan. 

BerawaL dari SMA Kristen Satya Wacana Salatiga di Jawa Tengah, perjalanan pendidikan Lini berlanjut hingga meraih gelar sarjana di Universitas Pelita Harapan, Karawaci. 

Keberhasilan ini tak hanya menjadi puncak pencapaian, melainkan juga awal dari kisah inspiratif yang lebih besar.

Dengan latar belakang pendidikan yang tidak berasal dari jurusan Pendidikan atau Bahasa Inggris, Lini memiliki impian besar untuk mendalami ilmu dalam bidang tersebut guna mendukung karirnya sebagai pendidik dan dosen  Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Teologi GKST Tentena Poso Sulawesi Tengah.

Setelah 8 tahun mengajar di bidang pendidikan dan mendirikan Language Learning Center di Tentena, Lini memutuskan untuk mewujudkan impian tersebut dengan meraih pendidikan lebih tinggi di luar negeri.

"Saya mencari informasi tentang beasiswa dan menemukan Chevening. Impian saya untuk belajar di Inggris membuat saya langsung memutuskan untuk mencobanya," ungkap Lini, sambil berbagi tentang langkah pertamanya dalam meraih beasiswa tersebut saat dihubungi via whatasapp, Rabu(16/8/23) siang. 

Perjalanannya tidaklah mudah. Meski berhasil mencapai tahap berikutnya dalam berbagai seleksi beasiswa lainnya, seperti Australia Awards Scholarship (AAS) dari pemerintah Australia, Lini akhirnya memilih Chevening sebagai tujuan utamanya.

Proses persiapan beasiswa ini pun tidak terasa ringan, dengan penekanan khusus pada penulisan esai sebagai bagian penting dari aplikasi.

"Saya menyempatkan waktu untuk menulis esai setelah mengajar di sore atau malam hari. Saat akhir pekan, saya benar-benar fokus pada persiapan beasiswa, sambil berdiskusi dengan teman-teman saya," jelasnya. 

Berhasil meraih beasiswa Chevening juga diikuti rekan-rekan lain dari Poso. Pada tahun ini, ada 4 orang dari Poso termasuk Lini yang berhasil meraih beasiswa luar negeri, masing-masing dalam berbagai program beasiswa berbeda. 

Ada Intan Kumbayani dan Adi Setiawan Lalnawa yang lolos di beasiswa LPDP dari pemerintah Indonesia dan Gunawan Primasatya lolos AAS dari pemerintah Australia. 

"Tujuan dan rencana setelah sekolah harus jelas tergambar dalam esai. Itulah yang membuat esai kita lebih meyakinkan bagi pembaca," tambah Lini, memberikan saran berharga bagi calon pelamar beasiswa.

Pesan inspiratif yang ingin disampaikan oleh Lini adalah tentang pentingnya tidak takut gagal dalam meraih mimpi.

 "Yang membuat kita takut memulai hal yang baru adalah ketakutan kita akan kegagalan. Jadi, jangan takut gagal. Itu justru pelajaran untuk bisa jadi lebih baik lagi," tegas Lini, sembari berbagi pengalamannya yang penuh makna.

Perjalanan panjang dan perjuangan keras Nathalini Sigilipu akhirnya membuahkan hasil gemilang. 

Setelah mencoba sebanyak 4 kali, Lini akhirnya berhasil meraih beasiswa Chevening. 

Keberhasilannya ini menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dan terus berjuang meraih impian, sekalipun melalui rintangan yang berat.*

Laporan: Nurhikma Ramadhani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar


Baca juga