LITERASI-ONLINE.COM - Dr. Adin Bondar, M.Si. penulis yang tumbuh dari belantara dunia literasi menghadirkan limpahan gagasannya kepada pembaca dengan sangat vulgar.
Buku ini sekaligus menjelaskan bahwa pilihan sebagai pejuang literasi bukanlah hal yang mudah. Namun langkahnya jelas, melalui dunia literasi mereka akan bekerja untuk Indonesia. Memilih untuk bermakna bagi bangsa dengan jalan literasi demi membangun manusia Indonesia yang berkarakter dan maju.Buku yang merangkum kumpulan tulisan berisi gagasan dan pemikiran yang dapat menjadi inspirasi bagi pembaca. Jejak awal penulis berkarir pada Perpustakaan Nasional tempatnya mengabdikan separuh hidupnya. Menetapkan hati berkarya di jalan literasi hingga sekarang dipercaya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI.Bagi pembaca, buku ini penting untuk memahami peta jalan berliku yang harus ditempuh oleh pejuang literasi. Jalan yang tidak mudah tentunya sehingga dunia literasi sesungguhnya juga ajang pengabdian. Dunia yang memberi kesempatan orang-orang yang punya keikhlasan tingkat tinggi untuk memberikan bakti dan bukti, bukan sekadar janji-janji. Disinilah juga menjadi nyawa buku ini, bahwa “Literasi Berawal dari Diksi, Berakhir pada Diksi”. Ini prasyarat mutlak berjuang di dunia literasi, tidaklah berharap balas budi, atau nilai ekonomi. Inilah jalan Tuhan bagi penulis. Kelak satu masa nanti, semua amanat ini wajib dipertanggungjawabkan kepadaNya.Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada Adin Bondar, penulis yang telah meluangkan waktu untuk membagi pengalamannya dalam dunia literasi. Seperti disampaikannya bahwa mimpi itu sengaja ditulis, sebab kalaupun bukan di tangan ini mimpi-mimpi itu dapat terwujud, semoga di tangan generasi mendatang semua mimpi itu akan jadi kenyataan. Namun untuk mewujudkan semua mimpi dan cita-cita maka harus dibangun budaya baca yang tinggi. Sebab, tak ada satupun individu atau komunitas maupun bangsa yang maju bila masyarakatnya tidak memiliki budaya kegemaran membaca dan berliterasi tinggi. Dalam upaya membangun kemajuan bangsa, budaya literasi menjadi bekal yang sangat esensial dan fundamental agar sumber daya manusia mampu meningkatkan pencapaian pada seluruh indikator kinerja makro pembangunan.
Baca: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2023 Tahap 2 Dibuka Awal Juni, Ini Info LengkapnyaJika pengertian literasi masih sering berkeliaran dalam definisi yang dibangun sendiri-sendiri, maka Adin Bondar mendeskripsikan literasi sebagai kemampuan (ability) memahami, menganalisis, mensintesakan bahkan mampu menciptakan barang dan jasa, bukan sekadar kegiatan membaca, menulis, berhitung dan berbahasa.
Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, kreatif, adaptatif sehingga masyarakat menjadi produktif. Karena itu ekosistem budaya membaca harus didorong karena cukup bertenaga dalam alih ilmu pengetahuan atau “Transfer of Knowledge”.