Buku karya Dr Adin Bondar, M.Si.

Pengayaan terhadap literasi Adin Bondar sangat menarik, bahwa aksi literasi seharusnya berdaya-dorong terhadap tumbuhnya perekonomian. 

Adin Bondar menguraikan basic kritikannya terhadap teori ekonomi klasik, menyebutkan pemicu pertumbuhan ekonomi adalah sumber daya alam, tenaga kerja serta modal yang banyak. 

Akan tetapi faktanya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, teori itu tereduksi. 

Sekarang yang tengah terjadi adalah “Knowledge of Driven Economy” yaitu pengetahuan menjadi kunci utama dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara. 

Inilah alasannya mengapa literasi harus mengakar dan dikembangkan sejak dini pada setiap individu.

Sebagai strategi pengembangan budaya literasi, penulis membagi tiga cluster utama, yaitu keluarga, satuan pendidikan, dan satuan masyarakat. 

Keluarga ditempatkan oleh penulis sebagai pranata sosial utama dan terdepan karena habitat membaca harus dibiasakan sejak usia anak-anak. 

Klimaksnya adalah tatkala mereka dewasa diyakini akan memiliki bekal kemampuan pemikiran terstruktur, imajinatif, kritis, adaptif terhadap perkembangan lingkungannya.

Gerakan literasi juga haruskan ditanamkan pada satuan pendidikan untuk setiap jenjangnya. 

Dengan literasi yang solutif dapat bertumbuh budaya produktif di kalangan anak muda. 

Terakhir adalah satuan masyarakat melalui gerakan kolosal literasi yang berbentuk social movement. 

Masyarakat diakui memiliki peranan esensial dalam rangka membangun budaya literasi yang kuat.

Dasar reasonal tersebut menurut Adin Bondar yang menjadi roh pengembangan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kesejahteraan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional. 

Perpustakaan menjadi ruang terbuka untuk belajar kontekstual, ruang terbuka untuk berbagi pengalaman bagi masyarakat, dan juga ruang terbuka untuk meningkatkan keterampilan hidup masyarakat. 

Sehingga, gerakan literasi di tengah-tengah masyarakat dapat menjadikan masyarakat menjadi cakap dalam hidupnya, bisa mendapatkan ide-ide baru dan bagus, sehingga mampu melakukan berbagai inovasi dan kreasi sesuai dengan potensi dirinya dan potensi lingkungannya.

Visi penulis menukik jauh ke depan menjadikan budaya literasi dalam ekosistem yang kontributif untuk Indonesia Maju pada 2045. 

Mempersiapkan anak-anak muda yang produktif bermodalkan bonus demografi 65% anak-anak muda yang akan menjadi busur Indonesia Emas. 

Tidak salah jika kemudian buku ini dapat menjadi rujukan bagi pustakawan, pegiat literasi dan pemerintah. Utamanya dalam  menyusun strategi pengembangan dan program serta perencanaan budgeting terkait dengan perpustakaan. 

Patut pula pembaca berterima kasih kepada Bachtiar Adnan Kusuma, Tokoh Literasi dan aktivis perbukuan nasional yang telah menyulam gagasan-gagasan penulis menjadi buku yang indah dan menarik untuk dibaca. 

Akhirnya, buku ini menubuatkan, jika ingin berdaya maka perkayalah literasi. (*)

Judul Buku  : Literasi Berawal dari Diksi, Berakhir Pada Aksi

Penulis     : Dr.Adin Bondar, M.Si.

Penerbit      : Yapensi

Editor       : Bachtiar Adnan Kusuma

Tahun terbit :   2023

Genre  Non Fiksi

Jumlah halaman : (xxiv) 248

Resensor : Herman Lilo



Baca juga