Erwin Gutawa - (foto by @psm_makassar/instagram)

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - PSM Makassar berpeluang besar juara Liga 1 2022/2023. 

Kemenangan PSM dengan skor 3-1 lawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat (17/3/2023), pada pekan ke-31 Liga 1 2022/2023 membawa PSM makin dekat ke trofi juara. 

Hingga pekan ke-31, PSM memimpin klasemen dengan poin 69. 

PSM unggul 15 poin dari tim peringkat kedua, Persija Jakarta dan berjarak 16 poin dari Persib Bandung di urutan ketiga klasemen.

PSM hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara dengan poin 72. PSM punya tiga laga sisa.

Dengan poin 72, Wiljan Pluim dan kawan-kawan tak mungkin lagi disalip Persija maupun Persib. Meski kedua tim ini menyapu bersih sisa laga mereka.  

Sebab, poin maksimal Persija hanya 69, sedangkan poin maksimal yang bisa diraih Persib adalah 71.

Di balik sukses PSM musim kompetisi 2022/2023, banyak sosok di Tim Ayam Jantan dari Timur yang punya peran penting.

Salah satu diantaranya adalah bek tengah, Erwin Gutawa. 

Meski tidak selalu menjadi starter, namun pemain asal Kabupaten Bone, ini menjadi bagian dari benteng tangguh di jantung pertahanan PSM.

Lugas dan tanpa kompromi! Itulah ciri khas  Erwin Gutawa ketika melakukan marking atau penjagaan pada striker atau pemain depan lawan.

Pada laga lawan Bhayangkara FC, Erwin Gutawa membuat striker asing Mati Meir betul-betul "mati kutu".

Pemain asing asal Uruguay ini kesulitan mendapatkan peluang karena kawalan ketat pemain PSM, terutama Erwin Gutawa.

Tapi, bukan hanya Mati Meir yang sudah merasakan penampilan tanpa kompromi Erwin Gutawa. 

Bersama Yuran Fernandes, Safrudin Tahar, dan Agung Mannan, Erwin Gutawa ikut berkotribusi besar sehingga PSM menjadi tim yang paling sedikit kebobolan.

Hingga pekan ke-31, PSM menjadi tim yang paling sedikit kebobolan yakni 23 gol. Bandingkan dengan Persib yang sudah kebobolan 37 gol. 

Apalagi jika dibandingkan dengan tim promosi RANS Nusantara yang sudah kebobolan 69 gol.


Baca juga