Erwin Gutawa - (foto by @psm_makassar/instagram)

Pernah Jadi Pegawai Honorer

Tidak seperti kebanyakan pemain yang bakatnya terasah di Sekolah Sepakbola (SSB), bakat besar Erwin Gutawa terasah pada turnamen-turnamen tarkam. 

Manajemen PSM tertarik pada penampilan luar biasa Erwin Gutawa ketika pemain ini dicoba pada turnamen pramusim Piala Menpora 2021. 

Usia Piala Menpora, manajemen PSM mempermanenkan Erwin Gutawa. 

Erwin Gutawa merupakan pria asli Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia lahir di Libureng, Kabupaten Bone, 6 Juli 1992.

Dalam kariernya, Erwin Gutawa yang senang memakai bandana jika bertanding ini, pernah menjadi pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga Bone.

Sebelum bergabung dengan PSM, Erwin Gutawa banyak berkiprah di luar Sulsel.

Klub pertama pria bertinggi 175 centimeter ini adalah Martapura FC, klub asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Erwin Gutawa membela Martapura FC selama lima tahun dari 2013 hingga 2018.

Setelah itu, ia bergabung ke Madura. Namun tahun 2019, Erwin memilih kembali ke Martapura FC.

Setahun kemudian, Erwin Gutawa bergabung dengan Sriwijaya FC yang ketika itu turun kasta ke Liga 2.

Tahun 2021, Erwin Gutawa akhirnya bergabung dengan PSM, tim yang sudah lama ingin dibelanya. Tim kebanggaan warga Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Di kalangan presenter televisi dan pengamat sepakbola Tanah Air, Erwin Gutawa mendapat julukan Sergio Ramos.

Pada masa jayanya, Sergio Ramos merupakan bek tengah atau stopper andalan Real Madrid dan timnas Spanyol.

Sergio Ramos selalu tampil lugas dan tanpa kompromi bagi pemain depan lawan. 

Sebelum Yuran Fernandes dan Erwin Gutawa, PSM pernah memiliki deretan bek tengah yang tangguh, seperti Charles Lionga, Marcio Novo, Joseph Lewono, Ajis Muin, Ronni Ririn, Yeyen Tumena, dan Syamsuddin Batola. (*) 



Baca juga