Rumah Sanggar Sawah dirancang sebagai Balai Pertemuan Desa di tengah areal persawahan yang indah, dan disekelilingnya ada tanaman durian, mangga, kelapa, jeruk manis, rambutan dan berbagai jenis buah-buahan unggulan Luwu Utara.Disekitar Rumah Sanggar Sawah akan dilengkapi dengan beberapa kolam pemancingan, rumah makan kuliner serta kebun bibit yang sedang digalakkan oleh pemerintah desa dengan biaya dari Anggaran Dana Desa. Dalam kawasan agrowisata halal Arusu UMI tersedia Masjid Nurul Mujahidin dengan jamaah yang banyak dan baitul maal dengan omset mencapai Rp 1 miliar dari dana masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat dan jamaah. Hal lain yang menarik di kawasan agrowisata ini adalah pengembangan berbagai inovasi teknologi tepat guna (TTG).Menurut Gunawan, Kepala Desa Arusu, beberapa TTG telah dikembangankan menjadi produk unggulan desa, seperti produk kompor berbahan bakar oli bekas yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat dari beberapa kabupaten dan sudah banyak diorder oleh masyarakat. Produk TTG yang dimotori oleh Laboratorium Teknologi Desa Arusu telah mengembangkan produk yang luar biasa tersebut untuk membantu masyarakat sebagai solusi mengatasi kelangkaan dan ketergantungan pada gas elpiji. Produk lainnya adalah Teknologi Tepat Guna pengolahan CPO tanpa dipanasi dengan berbagai manfaat. TTG ini dikembangkan sebagai salah satu soslusi mengatasi kelangkaan minyak goreng. Produk lainnya adalah TTG pengolahan limbah pelepah dan duri sawit menjadi pupuk dan pakan ternak untuk menjawab permasalahan sampah kelapa sawit yang menumpuk di kebun-kebun sawit. Hal lain dari Agrowisata Halal Desa Arusu adalah semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat ketika menanam padi. "Pengembangan agrowisata Desa Arusu dilakukan secara bertahap, antara lain tahun depan akan dilakukan pembangunan prasarana jalan lingkar di areal persawahan yang akan menambah keindahan obyek tersebut, kata Sekretaris Desa Arusu, Suardi. (*)