Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Raeny Tenriola Idrus dan Armiwaty, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Raeny Tenriola Idrus dan Armiwaty, yang kesehariannya bertugas sebagai dosen pada Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa pada bulan Juni-Oktober 2022.  

Bentuk pengabdian yang dilakukan adalah panen air hujan sebagai alternatif sumber air bersih pada lahan perkebunan Desa Bilalang, Kecamatan Manuju. Adapun lokasi pengabdian tersebut kurang lebih 35 km dari Kota Makassar. 

"Kita semua tentu sangat memahami bahwa salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah air.  Tidak hanya penting bagi manusia, tetapi air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan," ujar Raeny Tenriola Idrus.

"Bahkan air merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia, tidak ada kehidupan yang dapat berlangsung tanpa air," tambahnya.

Mneurutnya, manusia mungkin dapat hidup beberapa hari tanpa makan. Namun, manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum, karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air. 

"Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya air yang cukup," jelasnya.

Ditambahkannya, hujan merupakan salah satu fenomena alam yang terdapat dalam siklus hidrologi dan sangat dipengaruhi iklim.

Keberadaan hujan sangat penting dalam kehidupan,  karena hujan dapat mencukupi kebutuhan air yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk. 

"Kita pilih Desa Bilalang yang terletak di perbukitan di Kec. Manuju, Kab. Gowa, karena Topografi Desa Bilalang yang berbukit-bukit serta jauh dari mata air menjadi kelemahan desa tersebut untuk mendapatkan air bersih," ungkapnya. 

Bahkan warga Desa Bialalang mengandalkan sumur gali, dan mata air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, terutama pada musim kemarau. 

"Sebagai alternatif pemenuhan air bersih adalah memanfaatkan air hujan, sehingga kegiatan pegabdian ini bertujuan untuk mengelola air hujan pada lahan perkebunan yang berada di Desa Bilalang," katanya.


Baca juga