LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Para guru dan siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ikhtiar Kota Makassar menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang difokuskan di Jl. Suling I Perumnas Antang Blok 10 Kota Makassar, Rabu (23/11/2022).
Kegiatan baksos yang melibatkan seluruh guru dan siswa SMPIT Ikhtiar tersebut memberikan bantuan di lokasi baksos dengan total donasi Rp. 3.811.000, selanjutnya 150 paket makanan (nasi kotak), 2 paket perlengkapan kebersihan untuk masjid yakni sapu, pel lantai, sapulidi, pel karet, sekop, tempat sampah, sabun pel, sabun cuci tangan.Ada pula donasi uang tunai untuk renovasi pembangunan masjid, serta bergotong-royong membersihkan masjid, pekarangan rumah warga dan jalanan pasca banjir.Salah seorang guru pendamping dalam kegiatan baksos tersebut, Miftah mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dari baksos ini adalah tumbuhnya sikap peduli dan saling bergotong-royong meringankan beban sesama bagi seluruh siswa SMPIT Ikhtiar. "Kita berharap anak-anak kita memiliki sikap peduli dan gotong-royong dalam meringankan beban sesama," ujarnya.Lebih lanjut dikatakannya, bahwa kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Bahkan kegiatan ini merupakan program rutin sekolah dengan tujuan agar siswa-siswa memiliki rasa peduli terhadap sesama. "Alhamdulillah Syukron wa Jazakumullah kami haturkan kepada orang tua siswa yang sangat antusias ikut serta berdonasi dan mendukung kegiatan baksos," ucap Miftah.Sementara itu, salah seorang warga yang terdampak banjir, Muli menyatakan rasa senang dan syukur yang mendalam atas bantuan dari SMPIT Ikhtiar Makassar, yang menurutnya sangat bermanfaat.
Baca: Inilah Jadwal Libur Akhir Tahun 2022 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di 38 Provinsi"Alhamdulillah kami senang sekali ananda para siswa SMPIT Ikhtiar beserta guru-guru yang datang ke tempat kami membantu membersihkan, berbagi makanan dan juga membantu donasi renovasi masjid kami yang sementara tahap renovasi," katanya.
"Dengan renovasi ini, pondasinya bisa lebih tinggi dan kuat dan tentu saja kami pun dapat mengungsi ke masjid jika terjadi musibah banjir," tambahnya.
(Wahyudin)