Panitia seminar kesehatan nasional Program Studi (Prodi) Administrasi Kesehatan (Adminkes) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIK-K) Universitas Negeri Makassar (UNM).

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Program Studi (Prodi) Administrasi Kesehatan (Adminkes) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIK-K) Universitas Negeri Makassar (UNM), akan menggelar seminar kesehatan nasional yang dilaksanakan secara luring.

Jika tidak ada halangan, seminar kesehatan nasional itu akan dilaksanakan Kamis (17/11/2022) besok di Ballroom Theatre Phinisi UNM Lt 3.

Ketua panitia pelaksana seminar nasional, Muhammad Azzul Nurain, mengemukakan bahwa peserta kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa Prodi Adminkes FIKK UNM, tetapi terbuka juga untuk umum.

"Perlu saya sampaikan bahwa nara sumber yang kita hadirkan adalah pakar dalam bidangnya masing-masing," kata Muhammad Azzul Nurain.

Materi yang dibawakan masing-masing Pengembangan Pemanfaatan Telemedicine dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit oleh dr. Idar Mapppangara, Sp.PD., Sp.JP (pengembang telemedicine RS Universitas Hasanuddin).

Materi Perspektif Hukum Telemedicine di Indonesia oleh Prof. Dr. H. Indar, S.H., MPH (pakar hukum kesehatan Indonesia).

Kemudian materi Sistem Rujukan Telemedicine oleh Dr. Jasmine Ambas, S.KM., M.Kes (pakar Telemedicine dan Dosen Adminkes FIKK UNM).

Baca: Untuk Mahasiswa Semua Jurusan, Telkomsel Buka Pendaftaran Program Indonesia Next Season 7, Ini Infonya!

Lebih lanjut Muhammad Azzul Nurain menyatakan bahwa Prodi melibatkan mahasiswa untuk ikut berperan dalam persiapan dan pelaksanaan seminar, karena target seminar ini adalah mahasiswa kesehatan dan tenaga kesehatan. 

Baca: Dekan FIK: 58 Mahasiswa UNM akan Bertanding pada 9 Cabor di Pomnas Padang 2022

"Tema yang kita usung dalam seminar nasional ini adalah Telemedicine dan Perkembangan Teknologi Kesehatan di Indonesia," jelas Muhammad Azzul Nurain, sesuai rilis yang diterima Rabu 16 November 2022.

"Dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang teknologi kesehatan yang memudahkan proses transaksi kesehatan, terutama terkait telemedicine," pungkasnya. (Wahyudin)




Baca juga