LITERASI-ONLINE.COM, PANGKEP - Mahasiswa KKP 2022 Fisip Unismuh Makassar yang menjalani KKP di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep merealisasikan salah satu program kerjanya yakni sosialisasi bermedia sosial secara cerdas dan positif pada pelajar SMPN 1 Minasatene Pangkep, Selasa 15 Nopember 2022.
Sosialisasi ini diikuti 30 pelajar SMPN 1 Minasatene di sekolah itu. Sosialisasi dibuka oleh Kepala SMPN 1 Minasatene, Hj. Hartina, S.Pd.Pada sambutan pembukaan, Hartina merespon positif salah satu program mahasiswa KKP Fisip Unismuh yang akan memberi pencerahan dan pemahaman kepada para remaja, agar siswa dan siswi dapat memahami sisi positif dan negatif dalam bermedia sosial. "Saat ini media sosial telah menyebar luas pada semua lapisan masyarakat dan kalau tidak diberi pencerahan akan membawa dampak negatif bagi para remaja, termasuk membawa pengaruh pada proses pembelajaran di kelas," katanya. Pada sosialisasi bermedia sosial secara cerdas ini tampil selaku nara sumber dua mahasiswaKKP Fisip Unismuh Makassar, yakni Ainun Afrianti dan Lailyyati Ba'diatil M.G.Menurut kedua nara sumber, dampak positif media sosial diantaranya memperat hubungan silaturrahim, menambah wawasan berpikir dan pengetahuan lewat media sosial.Menyediakan informasi tepat dan akurat, seperti informasi tentang perguruan tinggi, lowongan kerja ataupun mengenai beasiswa dan lain-lain.Menyediakan ruang berperan positif seperti komunikasi dengan para tokoh agama, ulama, ataupun motivator. Mengakrabkan hubungan pertemanan, komunikasi untuk pertemuan, rapat-rapat atau sosial gathering."Dampak negatif media sosial, pada anak-anak dan usia remaja jadi malas belajar, karena lebih banyak berkomunikasi di dunia maya, khususnya soal game online atau nonton film-film lewat You Tube atau lainnya," ungkapnya.
Baca: Untuk Mahasiswa Semua Jenjang, Mendikbud Buka Program Wirausaha Merdeka, Ini Infonya!Situs jejaring sosial membuat kaum remaja dan anak-anak lebih mementingkan diri sendiri. Dari segi bahasa tidak ada aturan bahasa dalam jejaring sosial, sehingga bagi anak-anak dan remaja bisa menggunakan bahasa seenaknya seperti apa yang didapat dari media sosial.