Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) membedah peran dan percepatan perpustakaan berbasis inklusi sosial pada Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulsel, Kamis 10 November 2022 di Hotel Maleo, Makassar.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) membedah peran dan percepatan perpustakaan berbasis inklusi sosial pada Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulsel, Kamis 10 November 2022 di Hotel Maleo, Makassar.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Andi Sangkawana, membuka dan mewakili Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel. 

Menurut Andi Sangkawana, perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki peranan yang penting terutama membangun masyarakat gemar membaca dari desa, lorong di Sulsel.

"Dengan gemar membaca, bisa mewujudkan masyarakat cerdas dan sejahtera," kata Andi Sangkawana.

Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma, mempertegas sesuai dengan namanya, perpustakaan inklusi sosial berarti perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya atas keragaman budaya dengan mencerminkan perubahan sekaligus menawarkan kesempatan berusaha, bersinergi mengembangkan kekuatan masyarakat. 

Karena itu, Penggerak Akademi Literasi Nasional Ika BKPRMI Pusat dan Perpustakaan Nasional ini menegaskan, esensi layanan inklusi sosial membuka kemudahan akses layanan perpustakaan berbasis desa, lorong agar terjadi perubahan di tengah masyarakat.

Baca: BPK Buka Lowongan Kerja PPPK, Terima Lulusan S1 Berbagai Jurusan, Tersedia 107 Formasi

Pada momen ini, BAK memberi apresiasi kepada Anggota DPRD Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara, atas kepeduliannya ikut serta membuka ruang dan terlibat langsung dalam kemajuan Gerakan Membaca dan Gerakan Literasi di Sulsel.

"Kami butuh figur politisi yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap percepatan pengelolaan perpustakaan inklusi sosial di Sulsel. Dan ananda Imam Fauzan AU salah satu politisi yang peduli literasi," kunci BAK. (*)



Baca juga