Pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Masyarakat (KKM) Bone, Sulawesi Selatan menggelar arisan bulanan yang dilaksanakan Sabtu 24 September 2022 di sekretariat, Jl. Gunung Batu Putih No 1 A Kota Makassar.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Masyarakat (KKM) Bone, Sulawesi Selatan kembali menggelar arisan bulanan yang dilaksanakan Sabtu 24 September 2022 di sekretariat, Jl. Gunung Batu Putih No 1 A Kota Makassar.

Pada acara arisan rutin bulanan ini ditandai juga dengan ceramah agama dengan menampilkan penceramah H. Syamsuddin, S.Ag, MAP. 

Sosok penceramah ini sehari-hari adalah Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sidrap dengan tema yang diceramahkan ibrah dalam kehidupan.

Informasi ini disampaikan Ketua KKM Bone Provinsi Sulsel  Drs. H.A. Syahriwijaya, MM kepada media, Sabtu sore, 24 September 2022.

Dijelaskan, kepengurusan KKM Bone menjadikan arisan bulanan sebagai salah satu program kerja untuk saling menjalin tali kekerabatan dan silaturrahim sesama pengurus dan anggota.

Pada bulan-bulan sebelumnya, lokasi arisan dilaksanakan secara bergilir ke rumah para pengurus dan anggota yang ada di Kota Makassar.

"Lewat arisan bulanan ini, para pengurus dan anggota dapat saling bersilaturrahim sekaligus membicarakan langkah dan strategi pengembangan dan pelaksanaan program kerja yang telah di sepakati," kata Andi Syahriwijaya. 

"Wija To Bone yang sukses pada karier politik di eksekutif dan legislatif terbilang cukup banyak. Ada yang duduk di DPRD Provinsi Sulsel, belum lagi yang duduk di DPRD kabupaten dan kota se-Sulsel," tambahnya.

Selain itu, banyak pejabat pemerintah dan militer yang sukses berkarier pada bidang tugas masing-masing. 

Ada juga yang sukses pada bidang pendidikan jadi rektor atau pimpinan perguruan tinggi. 

Baca: Lowongan Kerja Freeport untuk Lulusan S1, Ini Syarat dan Cara Daftar

Saat ini, Wija To Bone yang tinggal menetap di Kota Metropolitan Makassar mencapai sekitar 375 ribu orang.

Sedangkan pada skala Provinsi Sulsel, populasi Wija To Bone mencapai jumlah sekitar 3 juta jiwa menyebar pada seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel. (*)


Baca juga