Kegiatan PIPK Politani Pangkep saat memberikan pelatihan teknologi pemetaan bersama nelayan anggota Kelompok Penangkap Ikan Hias (Kelompish) Pangkep di Pulau Balang Lompo, Desa Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep, Jumat (12/8/2022).
Latar belakang Program Penerapan Iptek Pengembangan Kewilayahan ikan hias ini tak lain, perairan Kabupaten Pangkep memiliki hamparan terumbu karang dengan potensi luar biasa. Peningkatan Income WargaProgram PIPK juga mendorong nelayan tak lagi fokus sebagai nelayan tangkap ikan konsumsi semata. Tapi juga melatih nelayan untuk membidik potensi pemanfaatan ikan hias laut dan karang hias. Tentunya sesuai dengan peraturan yang diterapkan pemerintah.Sejauh ini di Pulau Balang Lompo yang melakukan usaha ikan hias sekitar 5 tahun terakhir dilakukan oleh Kelompish dan hasil panen dijual ke UKM Pisces Aquarium sebagai pemodal. Selama ini kerjasama bisnis ini telah terjalin dengan baik, namum sampai saat ini UKM Kelompish Pangkep belum bisa produksi ikan hias yang memenuhi pasar ekspor. Program Penerapan IPTEK Pengembangan Kewilayahan (PIPK) direncanakan selama tiga tahun. Permasalahan yang diidentifikasi oleh tim adalah sebagai berikut; (1) Produk ikan hias hasil tangkapan yang dipasarkan belum memenuhi kualitas pasar ekspor.Masalah (2) Kesulitan menentukan posisi daerah penangkapan (fishing ground) yang tepat sasaran sehingga membutuhkan waktu lama (Lokasi yang selalu berubah-ubah), (3) Sistem Cara Karantina Ikan Hias yang Baik dan dokumen belum mampu dipenuhi secara keseluruhan. Permasalahan berikutnya, (4) Kesulitan Sistem Informasi pemasaran Ikan hias dan belum tersedianya media SIM Pemasaran untuk pemasarannya dan (5) perbaikan sistem manajemen.Solusi yang ditawarkan pada kegiatan Program PIPK selama tiga tahun adalah (1) Menggunakan desain khusus gillnet dengan alat bantu mengusir ikan hias injel saat di dalam kubangan terumbu karang dan menggunakan konsentrasi minyak cengkeh sebagai pengganti sianida. Lalu (2) Pengumpulan data sistem Informasi dan data titik kordinat Stock Asesment Hasil Tangkapan dan Pembuatan spot fishing ground (zonasi) jenis ikan hias karang tertentu berdasarkan data dari GPS (LogBook Setiap Nelayan wajib Pegang dan diisi: Jumlah hasil Tangkapan; Nama Lokasi, Titik Koordinat).Berikutnya (3) Sistem CKIB : Perbaikan kualitas parameter pendukung: Mengukur kualitas air (temperature, O2 terlarut, PH, Salinitas), Mengamati secara morfologi produk sebelum dipacking, Selanjutnya (4) Konsep Sofware berbasis digital marketing (Harga, spesifikasi, stock, gambar product, Tracher ability/dilengkapi dengan peta) atau terbentuk Zonasi, danPoin (5) Sistem manajemen usaha ikan hias yang telah dikembangkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang lebih efisien dan hasil produk ikan hias yang bestandar ekspor yang akan diterapkan pada kepada ke dua UKM, serta perbaikan sistem manajemen UKM. Sedangkan target luarannya sebagai berikut: Hasil tangkapan ikan hias sesuai kualitas ekspor, dokumen sudah sesuai yang diharapkan oeh instansi terkait, SDM UKM memiliki skill dalam pemilihan dan penanganan yang standar. Kegiatan ini dilakukan secara bersama mitra dengan tugas dan wewenang masing-masing serta melibatkan mahasiswa yang akan melaksanakan tugas akhir dan setiap mitra ikut dalam menanggung biaya program. (*)
Baca juga