Amir Uskara bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Jika airnya surut, kami bahagia karena sungai itu kami sulap menjadi lapangan bola.

Pendidikan dasar pertamakali saya tempuh di SD Negeri Mangalli sampai kelas 3, Jalan Poros Pallangga, Tetebatu.

 Saya bertahan tiga tahun saja, lalu saya pindah ke SD Negeri 2 Sungguminasa.

Di sana, saya harus menetap di rumah kakek saya, Haji Suyuti Daeng Mangung di Jalan Wahid Hasyim, Sungguminasa.

Setamat dari SDN 2 Sungguminasa pada 1979, saya diterima di SMP Negeri 1 Sungguminasa.

Semasa masa SMP, saya tetap menyukai bermain bola. 

Setamat dari SMP Negeri 1 pada 1982, saya diterima di SMA Negeri 159 Sungguminasa.

 Di masa SMA inilah, cita-cita saya ingin menjadi dokter. Namun selepas SMA saya ingin menjadi perwira tentara.

Saya pun berjuang agar bisa lolos di Akademi Militer.

Sayangnya, langkah itu terhenti di Magelang. Saya pulang dengan kecewa.

 Saya gagal menjadi taruna AKABRI dan kembali ke Makassar untuk beralih ke perencanaan kedua.

Sebelum saya berangkat ke Magelang, saya juga mendaftar di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perkapalan Unhas.

 Akhirnya saya dinyatakan lulus di Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin.

 Saya kuliah empat semester di Teknik Perkapalan Unhas yaitu masuk ke Unhas pada 1985 sampai 1987.

Namun itu tak tuntas karena akhirnya saya memilih meninggalkan Teknik Perkapalan Unhas.

 Mengapa? Alasannya, selain ekspektasi awal saya kuliah di teknik Perkapalan bisa mempelajari tentang pesawat, ternyata yang dipelajari adalah tentang kapal laut.

 Maka pada 1987 saya ikut ujian masuk PTN jurusan jurusan kedokteran.

Saya memilih Fakultas Kedokteran UNPAD dan alhamdulillah saya lulus.

Sebagai aktivis Fakultas Kedokteran Unpad, saya ikut sebagai pengurus senat dan terpilih sebagai Sekretaris Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

 Saya juga aktif menjadi pengurus masjid Assyifa Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

 Saya pun aktif menjadi Redaktur Tabloid Medicinus, Fakultas Kedokteran UNPAD. Dan, pada 1992 saya memilih kembali ke Makassar.

Saya pindah dari Fakultas Kedokteran Unpad ke Fakultas Kedokteran Unhas.


Baca juga