Striker klub Tennerife, Jesus de Miguel

Kejadian ini mendapat perhatian serius aparat penegak hukum setempat.

Kepolisian Nasional Spanyol sedang menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan kematian Jesus de Miguel. 

Sesuai aturan hukum di Spanyol, setiap kematian yang dinilai tidak wajar harus melalui pemeriksaan yudisial. 

Namun, Kepala Jaksa Santa Cruz de Tenerife, José Luis Sánchez-Jáuregui, mengatakan, proses pidana sulit dilakukan karena benturan yang diduga menjadi penyebab kematian, terjadi dalam situasi pertandingan. 

Sedangkan aturan disiplin Federasi Sepakbola Spanyol memuat ancaman larangan bertanding bagi pemain yang terbukti melakukan kekerasan di lapangan.

Apalagi jika kekerasan di lapangan itu menyebabkan orang lain cedera serius.

Ancaman hukumannya berupa larangan bermain selama 4 hingga 12 pertandingan.

Dalam kasus kematian Jesus de Migel, ancaman hukuman larangan bermain bagi kiper FC Andorra akan mempertimbangkan hasil investigasi. (*)



Baca juga