Ketua Umum PODSI Sulsel Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken pada rapat panitia cabor dayung Porprov Sulsel 2026.

LITERASI-ONLINE.COM - Sulawesi Selatan punya tradisi panjang sebagai daerah pelaut ulung. 

Semangat itulah yang diharapkan Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulsel Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken, hadir dalam persaingan cabang olahraga (cabor) dayung pada Porprov Sulsel 2026.

Para atlet diminta tampil maksimal, tangguh, dan tetap menjunjung sportivitas. 

Perburuan medali diharapkan sekaligus menjadi bagian dari proses melahirkan atlet andalan Sulsel.

Pesan tersebut disampaikan Alimuddin dalam rapat persiapan panitia cabang olahraga dayung di Sekretariat Dayung, Senin (2/11/2026).

Porprov Sulsel 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November di Kabupaten Bone dan Wajo. 

Untuk cabang dayung, perlombaan dipersiapkan di kawasan Pelabuhan Bajoe, Bone.

Menurut Alimuddin, identitas Sulsel sebagai tanah kelahiran banyak pelaut ulung perlu menjadi motivasi bagi atlet. 

Ketangguhan itu harus ditunjukkan melalui kesiapan bertanding dan kemampuan mengerahkan hasil latihan selama kompetisi.

Namun, prestasi tidak bisa dipisahkan dari sportivitas. 

Para atlet diharapkan menjaga sikap dan menghormati sesama peserta sepanjang pertandingan.

Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menaruh perhatian pada kesiapan panitia. 

Ia meminta seluruh petugas menjalankan amanah secara bertanggung jawab serta menjaga suasana perlombaan tetap kondusif.

Penyelenggaraan yang tertib diharapkan mampu mencegah perselisihan antaratlet maupun pendamping. 

Karena itu, kualitas kerja panitia menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pertandingan.

Bagi Alimuddin, Porprov merupakan salah satu mata rantai pembinaan olahraga daerah. 

Atlet potensial yang muncul dari kompetisi itu diharapkan dapat dikembangkan untuk menghadapi persaingan nasional hingga internasional.

Rapat persiapan tersebut dipimpin Sekretaris PODSI Sulsel Drs Suarman, M.Pd. 

Hadir pula Ketua Panitia Porprov Cabang Olahraga Dayung Prof Dr H Nukrawi Nawir, M.Kes, AIFO, Bendahara Dr H Muliono Caco, MBA, MM. M.Kes, serta Koordinator Perlombaan Kapten Laut (PM/W) Asmawati D Sumban dan anggota panitia lainnya.

Nukrawi mengajak panitia tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan anggaran. 

Ia berharap perlombaan menghasilkan juara berkualitas yang kelak mampu mengharumkan nama Sulsel.

Persiapan di lapangan terus berjalan. Dalam rapat dilaporkan bahwa pengiriman perahu dan perlengkapan dayung menuju Bone sedang dilakukan dengan bantuan berbagai pihak.

Sebagian panitia dijadwalkan berangkat pada Rabu (4/11), disusul juri dan panitia lainnya pada Kamis (5/11/2026). 

Pertemuan teknis bersama perwakilan peserta direncanakan berlangsung Kamis sore.

Persaingan dayung menuju Porprov memiliki modal hasil Praporprov 2025 di Danau Tanjung Bunga, Makassar. Saat itu, Makassar menjadi juara umum dengan 17 emas, 11 perak, dan delapan perunggu.

Selayar menyusul dengan lima emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Pangkep berada di posisi ketiga dengan lima emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Sebanyak 12 daerah lolos melalui tahap kualifikasi, yakni Makassar, Selayar, Pangkep, Sinjai, Gowa, Palopo, Luwu Timur, Maros, Bulukumba, Bantaeng, Takalar, dan Pinrang. 

Bersama tuan rumah Bone dan Wajo, mereka menjadi bagian dari persaingan dayung pada Porprov Sulsel 2026. (*)


Baca juga