9 ilmuwan Unhas masuk dalam World’s Top 2% Scientists 2026

“Peningkatan jumlah ini menunjukkan bahwa pada berbagai bidang keilmuan, semakin banyak ilmuwan Unhas yang memperoleh pengakuan dalam komunitas akademik global. Capaian tersebut tidak hanya merepresentasikan kinerja individual, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas secara lebih luas,” jelasnya.

Menurut Prof. Suharman, peningkatan visibilitas akademik tersebut dapat memperluas peluang kolaborasi penelitian. 

Rekognisi terhadap ilmuwan Unhas pada berbagai bidang keilmuan membuka ruang yang lebih besar untuk membangun jejaring dengan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga riset, baik nasional maupun internasional.

“Ketika peneliti dan bidang keilmuan Unhas semakin dikenal dalam jejaring akademik global, peluang untuk membangun kolaborasi juga semakin terbuka. Ini dapat berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari penelitian kolaboratif dan publikasi bersama hingga pembimbingan mahasiswa dan keterlibatan dalam kegiatan akademik seperti penguji eksternal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jejaring tersebut juga memberikan nilai akademik bagi mahasiswa. 

Keterhubungan para peneliti Unhas dengan komunitas ilmiah yang lebih luas dapat membuka akses mahasiswa terhadap perkembangan riset mutakhir, pengalaman akademik lintas institusi, serta interaksi dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

“Bagi mahasiswa, reputasi peneliti dan bidang keilmuan merupakan bagian dari lingkungan akademik yang mereka pertimbangkan. Ketika semakin banyak peneliti Unhas memiliki rekognisi dan jejaring internasional, hal ini turut meningkatkan daya tarik Unhas sebagai institusi pendidikan dan penelitian,” kata Prof. Suharman.

Pada tingkat institusi, peningkatan visibilitas tersebut turut memperkuat reputasi akademik Unhas. 

Capaian para ilmuwan pada berbagai bidang juga dapat meningkatkan eksposur terhadap program studi dan bidang keilmuan yang dikembangkan, sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan sektor industri.

“Dari perspektif institusi, visibilitas akademik ini dapat memperkuat reputasi Unhas dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas. Ketika kapasitas keilmuan kita semakin dikenal, peluang untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, maupun mitra industri juga semakin terbuka,” jelasnya.

Prof. Suharman menekankan bahwa peningkatan rekognisi ilmiah tersebut perlu dilihat dalam konteks manfaat yang lebih luas. 

Menurutnya, penguatan kapasitas dan jejaring penelitian pada akhirnya perlu bermuara pada pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menyambut hangat dan rasa bangga atas capain ini. Peningkatan jumlah peneliti Unhas yang masuk dalam daftar ini menunjukkan kebijakan dan model pembangunan ekosistem riset yang dikembangkan di Unhas telah berada pada jalur yang sesuai.

“Hal ini juga cerminan dari ekosistem akademik dan riset yang terus kita bangun di Unhas. Ke depan, kami ingin semakin banyak peneliti Unhas yang mampu menghasilkan publikasi berkualitas, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, dan mengembangkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan," kata Prof. JJ. 

Prof. JJ kembali menegaskan bahwa capaian riset tidak akan berhenti pada publikasi dan sitasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi solusi bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. 

Capaian ini merupakan motivasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya peneliti muda, untuk terus berkarya dengan integritas, konsistensi, dan keberanian menghasilkan terobosan. 

"Unhas akan dan harus terus tumbuh sebagai universitas riset yang berdaya saing global, berakar pada kebutuhan bangsa, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. JJ. (*/dhs)


Baca juga