Unjuk rasa warga Jepang memprotes keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara mereka.
LITERASI-ONLINE.COM - Sedikitnya 100 warga Jepang menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Kota Tokyo, Selasa (6/10/2026) waktu setempat.Mereka memprotes dugaan pembunuhan seorang wanita Jepang bernama Anna Yagi di Okinawa.Pelakunya diduga anggota Korps Marinir AS yang bertugas pada pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang. Beberapa hari sebelumnya, polisi Okinawa menangkap seorang tentara AS, Devin Jacob Ballard (20 tahun),yang diduga kuat sebagai pelaku.Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), oknum tentara AS dan wanita itu tampak bersama memasuki kamar hotel.Setelah itu, Devin Jacob terlihat sendirian meninggalkan hotel dan membawa beberapa barang milik korban.Pengunjuk rasa mengecam dugaan perampokan dan pembunuhan warga lokal itu.Warga juga mendesak pangkalan militer AS di Okinawa ditutup dan tentara AS segera angkat kaki dari Jepang.Sementara itu, Perdana Menteri (PM)Jepang, Sanae Takaichi, dalam pernyataan resmi menyebut pembunuhan itu sebagai kejahatan keji. Saat unjuk rasa di Tokyo itu, warga membawa sejumlah poster bertuliskan "tidak ada lagi kekerasan tentara Amerika" dan "Okinawa bukan taman hiburanmu!". Dalam orasinya, pengunjuk rasa juga meneriakkan, "Kami tidak membutuhkan pangkalan AS di Okinawa." Sorane Sakihama yang memimpin aksi menegaskan, penduduk Okinawa menghadapi risiko sangat besar karena keberadaan personel militer AS. "Penduduk setempat menghadapi risiko bahaya dari tentara AS," kata Sorane Sakihama, seperti diberitakan AFP. Ia mengemukakan, kondisi ini sangat tidak adil bagi masyarakat Okinawa.Sebab, keluarga harus membesarkan anak-anak di tengah keberadaan pangkalan militer AS.
Baca juga