Unjuk rasa warga Jepang memprotes keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara mereka.

Sakihama mengungkapkan, dirinya merasakan kemarahan dan kesedihan atas situasi di Okinawa. 

Deretan kasus yang melibatkan personel militer AS memang sangat meresahkan warga setempat.

Kasus itu antara lain pelecehan seks, pemerkosaan, penyerangan, tabrak lari, dan kecelakaan karena tentara AS mengemudi dalam keadaan mabuk.

Tahun lalu, pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada seorang Marinir AS karena terbukti mencekik dan mencoba memperkosa seorang wanita setempat. 

Bahkan tahun 2017, seorang warga AS yang bekerja di pangkalan militer AS dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Warga AS ini terbukti memperkosa dan membunuh seorang wanita di Okinawa.

Pemerintah Jepang Gagal

Kyodo News melaporkan, salah seorang warga setempat, Shusei Arakawa, mengatakan bahwa keberadaan pangkalan AS di Okinawa telah memicu berbagai insiden dan kecelakaan.

Ia mengungkapkan, banyak warga setempat yang kehilangan nyawa sejak militer AS ditempatkan di sana.

"Ini bukan masalah Okinawa. Ini masalah pemerintah Jepang," kata  warga lainnya.

"Kasus-kasus seperti ini terus terjadi, tetapi pemerintah Jepang gagal mengambil langkah untuk mengatasinya," tambahnya.

Statistik resmi menunjukkan, pada 2025 misalnya, Kepolisian Prefektur Okinawa menangani lebih dari 100 kasus pidana yang melibatkan anggota militer AS dan personel yang bekerja di pangkalan militer AS di sana. (*)








Baca juga