PM Jepang Sanae Takaichi

Gubernur Okinawa, Genta Koja, mengatakan kasus ini menunjukkan bahwa upaya militer AS dalam menjaga disiplin personelnya tidak efektif. 

Alasan Genta Koja, kejadian seperti ini terus berulang dan korbannya selalu warga lokal.

"Upaya militer AS dalam menjaga disiplin, mendidik personel, dan langkah-langkah lainnya sama sekali tidak efektif," tulis Genta Koja melalui akun X. 

Sedangkan Perdana Menteri (PM)Jepang, Sanae Takaichi, menyebut peristiwa ini sebagai kejahatan keji.

Ia menegaskan, pemerintah Jepang telah menyampaikan protes keras kepada pihak AS. 

"Kejahatan keji seperti ini sangat disesalkan," kata Takaichi kepada anggota parlemen Jepang, Senin (5/10/2026). 

Okinawa merupakan lokasi sejumlah fasilitas militer AS, termasuk pangkalan militer.

Keberadaan militer AS di Okinawa sudah lama menjadi sumber protes warga setempat. 

Sebab, tentara AS di wilayah itu sering membuat ulah.

Tahun lalu misalnya, seorang Marinir AS dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena terbukti bersalah mencekik dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang wanita di Okinawa. (*)


Baca juga