Juru Bicara Kemenlu Qatar, Majed bin Mohammed Al Ansari.

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Qatar mengakui kekuatan militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tidak cukup untuk melindungi keamanan kawasan Timur Tengah. 

Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan, keberadaan militer AS diperlukan, tapi tidak memadai untuk menjaga keamanan kawasan Teluk.

Menurut Juru Bicara Kemenlu Qatar, Majed bin Mohammed Al Ansari, negara-negara di Timur Tengah tidak bisa hanya mengandalkan AS dan aliansi internasional untuk keamanan.

Karena itu, negara-negara di kawasan Timur Tengah harus lebih mandiri dan membangun kekuatan militer masing-masing. 

"Negara di kawasan Teluk perlu menyadari bahwa kehadiran pasukan internasional sangat penting, namun itu saja tidak cukup," tegas Majed bin Mohammed Al Ansari dalam acara Hili Forum di Uni Emirat Arab (UEA), pekan ini.

"Kemandirian dalam keamanan adalah satu-satunya jalan ke depan. Kita membutuhkan mitra atau sekutu, tapi kita tidak bisa hanya bergantung pada mereka," tambahnya.

Qatar merupakan mediator dalam konflik panas AS lawan Iran yang kini menjadi perang panjang di kawasan Teluk

Meski jadi mediator, Qatar juga merasakan dahsyatnya serangan balasan Iran yang menyasar fasilitas militer AS di Qatar.  

Serangan drone dan rudal balistik Iran ke Qatar tidak mampu ditangkal militer AS. 

Kejadian serupa menimpa negara lain di Timur Tengah yang memiliki fasilitas militer AS.

Seperti Kuwait, Oman, dan Arab Saudi yang jadi sasaran serangan balasan Iran. 

Pertahanan militer AS yang menjadi "payung" udara di kawasan Teluk tidak mampu menahan gempuran militer Iran. (*)


Baca juga