Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta.
LITERASI-ONLINE.COM - Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Leon Panetta memprediksi, perang negaranya lawan Iran akan berkepanjangan.Panetta memperingatkan pemerintah dan warga AS, perang lawan Iran berpotensi berlanjut hingga enam bulan kedepan tanpa penyelesaian. Panetta yang menjabat sebagai Menhan AS pada 2011-2013 di era Presiden Barack Obama menilai, Presiden Donald Trump kini terjebak dalam perang yang diciptakannya sendiri.Masalahnya, Donald Trump bingung bagaimana cara mengakhiri perang lawan Iran tanpa terkesan militer AS kalah.Ia menambahkan, konflik lawan Iran telah memasuki kebuntuan dan berisiko berubah menjadi perang berkepanjangan di Timur Tengah, seperti konflik AS di Irak dan Afghanistan. Panetta yang pernah memimpin CIA bahkan menyebut konflik lawan Iran berpotensi menjadi perang yang gagal bagi AS.Tapi, tentu saja Donald Trump ingin mengakhiri konflik ini dengan klaim kemenangan sepihak.“Bukan rahasia lagi bahwa Amerika Serikat dan Iran terjebak dalam kebuntuan. Hanya sedikit pilihan yang tersedia untuk mengakhiri perang ini," kata Panetta dalam wawancara dengan The Guardian, yang dilansir Minggu (6/9/2026). "Menurut saya, perang ini berpotensi berlanjut selama enam bulan lagi tanpa penyelesaian," tambahnya.Panetta meyakini, Donald Trump saat ini berada dalam posisi yang sulit, karena harus menentukan cara mengakhiri konflik tanpa memberikan kesan bahwa AS kalah. Meski pun faktanya, sejak AS memulai serangan ke Kota Teheran, Iran, pada akhir Februari 2026, militer AS menderita kerugian yang sangat besar.Panetta mengatakan, pilihan yang sulit bagi Donald Trump adalah memperluas perang untuk menghilangkan pengaruh Iran terhadap Selat Hormuz atau menghentikan konflik dan mengaku AS menang.
Baca juga