Penasihat komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi
LITERASI-ONLINE.COM - Konflik antara militer Amerika Serikat (AS) lawan Iran sudah memasuki bulan keenam.Perang ini dipicu serangan gabungan militer AS dan Israel ke Kota Teheran, Iran, pada akhir Februari 2026.Militer Iran langsung merespons dengan keras. Iran menghancurkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.Serangan drone dan rudal balistik Iran juga menjebol pertahanan udara Israel yang menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah-wilayah yang diduduki Israel. Dalam pernyataan terbaru, militer Iran menegaskan siap perang panjang melawan AS hingga Presiden Donald Trump lengser dari jabatannya.Dalam berbagai hasil survei terbaru, sebagian besar warga AS tidak lagi mendukung Donald Trump untuk perang lawan Iran.Sebab, perang berkepanjangan itu justru menyulitkan ekonomi warga AS karena kenaikan harga bahan bakar minyak, imbas blokade Iran pada Selat Hormuz.Kenaikan harga bahan bakar juga memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya. Kesiapan Iran meladeni AS ditegaskan penasihat komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi.Reza Naqdi kepada PBS NewsHour, seperti dikutip CNN, Rabu (12/8/2026), menegaskan, Iran dapat memperpanjang perang lawan AS hingga Donald Trump tidak lagi menjabat. "Iran harus mencapai daya tangkal agar musuh tidak pernah berani menyerang lagi, sehingga kami bisa hidup dengan aman," kata Reza Naqdi."Salah satu caranya yakni memperpanjang perang ini, hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menguras kekuatan lawan," tegasnya.Menurutnya, hal ini penting, sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan tahu bahwa ada harga mahal yang harus dibayar.Kendalikan SituasiMohammad Reza Naqdi mengemukakan, sejauh ini Iran telah mencapai kemenangan.Alasannya, Iran berhasil mengendalikan situasi.
Baca juga