Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak suasana mencekam di ruang kelas.Para siswa tampak tampak berpelukan dan bersembunyi di bawah meja sambil menangis saat suara tembakan terdengar di dekat mereka. Video lain menunjukkan sejumlah siswa berlari keluar gedung sekolah saat seorang staf membantu proses evakuasi. Tidak lama berselang, petugas layanan darurat tiba di lokasi kejadian membawa tandu. Informasi lain dari Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, menyebutkan, pelaku diduga menembak mati kakek dan neneknya sebelum beraksi di sekolah.Jenazah kakek dan nenek pelaku ditemukan di rumah yang selama ini ditempati pelaku. Artinya, total 8 orang tewas karena ulah pelaku yang berusia sekitar 15 tahun.Sekolah Debsirin Nonthaburi merupakan sekolah menengah ternama yang memiliki sekitar 3.000 siswa. Sekolah ini terletak di tepi jalan raya yang sibuk di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, sebelah utara Kota Bangkok. Sekolah ini juga merupakan bagian dari jaringan nasional Debsirin School, sebuah institusi pendidikan elite dan bersejarah yang didirikan oleh Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V) pada tahun 1885. Tingkat kepemilikan senjata api di Thailand tergolong relatif tinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Sesuai data dari Small Arms Survey (SAS) yang berbasis di Swiss, terdapat lebih dari 10,3 juta senjata api milik sipil di Thailand.Penembakan di lingkungan sekolah bukan pertama kali terjadi di Thailand. Pada Februari 2026 lalu, seorang guru tewas dan seorang siswa terluka di distrik Hat Yai, Thailand selatan, setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah. Tahun 2022, sebanyak 36 orang tewas dalam penembakan di sebuah pusat penitipan anak di wilayah timur laut Thailand. (*)