Tim penyelamat bekerja keras mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan karena gempa yang melanda Venezuela. (Getty Images).
LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Venezuela melansir, hingga Kamis (25/6/2026) waktu setempat, jumlah korban tewas karena gempa bumi yang melanda negara itu mencapai angka 235 orang.Dua kali gempa dashyat dengan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah sebelah barat Caracas, ibu kota Venezuela, pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Guncangan gempa membuat banyak bangunan runtuh, termasuk rumah-rumah milik warga.Informasi terbaru jumlah korban tewas itu disampaikan Menteri Kesehatan Venezuela, Carlos Alvarado, dalam pernyataan resminya.Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.Banyak korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan yang runtuh akibat gempa."Kami telah menerima sekitar 235 pasien yang sudah meninggal dunia saat dibawa ke pusat-pusat layanan kesehatan kami," kata Carlos Alvarado dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Kamis (25/6) malam waktu setempat, seperti dikutip Reuters.Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS menyebut bencana yang menimpa Venezuela adalah fenomena gempa bumi "doublet" atau gempa kembar.Wilayah terdampak adalah negara bagian Yaracuy, sebelah barat Kota Caracas.Menurut USGS, gempa utama (mainshock) berkekuatan Magnitudo 7,5.Namun, sebelumnya terjadi gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan Magnitudo 7,2.Jarak waktu antara gempa pertama dan kedua hanya sekitar satu menit.Gempa ini tercatat sebagai gempa terkuat yang mengguncang Venezuela sejak tahun 1900.Berdasarkan tingkat kerusakan bangunan karena dua kali guncangan gempa itu, USGS memprediksi korban jiwa bisa mencapai angka 10.000 orang.
Baca juga