Panitia Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap memberi keterangan kepada media di Kabupaten Sidrap pada Rabu, 24 Juni 2026.

Lomba nyanyi solo, tari kreasi, tari tunggal, mendongeng, dan stand up komedi akan berlangsung di Panggung Mogan atau Monumen Ganggawa, Sidrap.

Lomba melukis dipusatkan di Panggung Lapangan Upacara SKPD Kabupaten Sidrap. 

Cabang Ikrar Guru akan digelar di Aula Perpustakaan Daerah. 

MTQ dipusatkan di Masjid Agung Sidrap.

Adapun lomba pembelajaran akan berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Sidrap. 

Panitia menetapkan jadwal pertandingan dan perlombaan dimulai pukul 08.00 hingga 17.30 Wita.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari pukul 19.30 hingga 22.00 Wita. 

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 diharapkan menjadi medium strategis untuk membumikan budaya sportivitas di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan.

“Porsenijar yang mempertandingkan dan memperlombakan berbagai cabang olahraga, seni, dan pembelajaran diharapkan mampu melahirkan serta menumbuhkan energi positif di kalangan guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Menurutnya, Porsenijar bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi dan edukasi organisasi bagi keluarga besar PGRI.

Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menguatkan raga, mengasah rasa, dan membangun guru yang berdaya.

Selain mengikuti pertandingan dan perlombaan, peserta dan pengunjung yang datang ke Sidrap juga dapat menikmati beragam kuliner khas daerah tersebut.

Salah satu kuliner yang paling terkenal adalah Nasu Palekko. 

Kuliner legendaris ini berbahan dasar daging bebek atau itik yang dipotong kecil-kecil, lalu dimasak dengan racikan bumbu pedas yang kuat.

Nama “Palekko” berasal dari bahasa Bugis yang berarti kuali atau periuk tanah liat. 

Istilah itu mencerminkan cara memasak tradisional makanan khas Sidrap tersebut. 

Hingga kini, Nasu Palekko menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Sidrap yang banyak diburu wisatawan.

Selain Nasu Palekko, Sidrap juga memiliki beragam kuliner dan jajanan tradisional, seperti bolu cukke, roti berre, nennu-nennu, pulang, apang, cucuru, dadara balanda, baruasa, bagea, tate kaluku, keripik loka, hingga bangke. (*)


Baca juga