Pengadilan memerintahkan penurunan papan nama Presiden AS Donald Trump di gedung seni pertujukan John F. Kennedy Center for the Performing Arts atau Kennedy Center di Washington, AS. (Photo: JIM WATSON / AFP)

LITERASI-ONLINE.COM - Pengelola Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy (Kennedy Center) di Washington, D.C., Amerika Serikat (AS), resmi menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari fasad gedung bersejarah itu. 

Penghapusan nama Donald Trump yang semula terpajang di bagian depan gedung pertunjukan seni ternama itu berdasarkan putusan pengadilan.

Sebelumnya, pengadilan memutuskan bahwa yang bisa mengubah nama gedung Kennedy Center adalah Kongres AS.

Sebab, Kongres AS yang memberi nama gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts.

Pengadilan menegaskan, penambahan nama Trump di gedung itu merupakan tindakan ilegal atau melanggar hukum.

Seperti diberitakan AFP, Minggu (14/6/2026), informasi penghapusan nama Donald Trump disampaikan Direktur Eksekutif Kennedy Center, Matt Floca.

Menurut Matt Floca, pihaknya sudah menyampaikan dokumen pengajuan hukum ke pengadilan. 

Dalam dokumen itu, pihak pengelola Kennedy menyampaikan telah mengambil langkah untuk menghapus seluruh penanda fisik yang memuat nama Donald Trump di lingkungan kompleks pertunjukan seni itu.

"Kami telah menghapus semua papan nama fisik di gedung dan halaman Kennedy Center yang berisi nama Donald Trump," kata Floca, mengenai isi pengajuan hukum ke pengadilan.

Proses penghapusan berlangsung pada Sabtu (13/6/2026). 

Menjelang tengah hari waktu Washington, sejumlah area di bagian luar gedung masih ditutupi tenda putih yang sengaja dipasang untuk menutupi pekerjaan penghilangan papan nama Donald Trump.

Sejumlah pekerja konstruksi tampak menurunkan papan nama Donald Trump yang sempat terpampang pada bagian luar bangunan.

Pengembalian nama asli gedung pertunjukan seni bergengsi di Washington DC ini merupakan babak akhir dari perselisihan hukum yang panjang dan sarat ketegangan politik. 

Sejak menduduki kembali kursi di Gedung Putih pada Januari 2025, Trump sangat agresif dalam menorehkan pengaruh personalnya ke dalam berbagai tatanan birokrasi dan budaya AS.  

Salah satu langkah kontroversialnya adalah menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua pusat Kennedy Center.


Baca juga